Merasa Homoseks, Haruskah Menikah?

Kompas.com - 24/03/2010, 08:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah homoseksual dapat diubah menjadi heteroseksual? Tergantung apa penyebabnya. Kalau karena faktor sosiokultural dan lingkungan, masih bisa. Namun, jika memang homoseksual, tetapi ingin menikah dengan lawan jenis, sungguh tidak fair bagi pasangan.

"Saya seorang pemuda 29 tahun, lajang. Beberapa bulan lagi saya akan menikah dengan seorang gadis. Saya sangat takut menghadapi kenyataan ini karena saya mempunyai masalah dengan perilaku seks saya.

Dulu saya pernah punya pacar, tetapi akhirnya dia menikah dengan pilihan orangtuanya. Beberapa bulan kemudian, saya bertemu dengannya lagi. Sejak saat itu kami sering melakukan hubungan layaknya suami istri.

Nah, beberapa waktu lalu, ketika akan berhubungan dengan dia di sebuah hotel, saya langsung lemas tak bergairah. Mulai saat itu saya tidak lagi berani mengajaknya ke hotel karena malu.

Saya akui bahwa saya memang punya kecenderungan menyukai sesama jenis. Saya punya teman akrab seorang lelaki yang sudah menikah. Hampir setiap hari kami jalan bersama. Dia berbadan gemuk.

Setiap saya jalan dengan dia dan kebetulan kulit kami bersentuhan, saya langsung ereksi. Sepertinya ia menikmatinya juga. Begitu pun apabila jalan ke mal, saya suka melihat pria berbadan gemuk, tetapi saya tidak berniat untuk berhubungan badan dengan mereka.

Karena kuatnya keinginan untuk menepis perasaan yang menyimpang ini, saya memutuskan sepihak pertemanan dengan sahabat saya itu. Saya takut rasa ini berlarut-larut dan susah untuk dihilangkan. Anehnya, saya malah tersiksa karena saya semakin rindu dengannya.

Pertanyaan saya, apakah saya bisa diobati? Saya ingin membangkitkan kembali rasa yang dulu ada ketika pertama kali berhubungan intim dengan pacar dan ingin melenyapkan perasaan suka sesama jenis ini!"

I, Palu, Sulawesi Tengah

Temukan penyebabnya
Saya pikir, masalah utama Anda ialah kecenderungan homoseksual itu. Kalau benar Anda punya kecenderungan homoseksual, tidak aneh kalau Anda mengalami hambatan ketika melakukan hubungan seksual dengan mantan pacar yang sudah bersuami itu.

Masalahnya, sejak kapan kecenderungan homoseksual itu Anda alami? Apakah memang sejak awal? Ataukah muncul kemudian, khususnya setelah Anda ditinggal menikah oleh pacar Anda? Apakah Anda juga tertarik kepada lawan jenis? Apakah rencana pernikahan Anda karena terpaksa agar dianggap pria normal ataukah karena memang tertarik kepada calon istri?

Pertanyaan tersebut perlu ditujukan kepada Anda untuk memastikan apakah benar Anda seorang homoseksual atau normal saja atau biseksual. Secara teoretis, ada empat faktor penyebab homoseksual (tertarik hanya pada sesama jenis).

Pertama, faktor biologis, berupa gangguan di otak sejak awal. Kedua, faktor psikodinamik karena gangguan perkembangan psikoseksual pada masa anak-anak. Ketiga, faktor sosiokultur. Keempat, faktor lingkungan.

Faktor penyebab ini sangat penting dipahami karena berkaitan dengan harapan dapat tidaknya seorang homoseksual diubah menjadi heteroseksual. Seorang heteroseksual berarti tertarik kepada lawan jenis.

Perlu konsultasi
Di antara keempat faktor penyebab tersebut, faktor pertama merupakan faktor yang tidak mungkin dilenyapkan. Ini berarti seorang homoseksual dengan penyebab faktor tersebut tidak mungkin dapat disembuhkan dan menjadi heteroseksual (tertarik pada lawan jenis). Penyebab faktor kedua juga merupakan faktor yang sangat sulit kalau bukan tidak mungkin diatasi.

Apabila penyebabnya faktor ketiga dan keempat, masih sangat mungkin dapat diatasi sehingga perilaku homoseksual dapat ditinggalkan dan menjadi heteroseksual. Walaupun begitu, tidak selalu mudah meninggalkan perilaku homoseksual.

Perbedaan faktor penyebab inilah yang merupakan jawaban mengapa ada orang homoseksual yang kemudian dapat menjadi heteroseksual, tetapi banyak yang tetap tidak dapat meninggalkan orientasi homoseksualnya. Dengan kata lain, jangan berharap semua orang homoseksual pasti dapat dijadikan heteroseksual.

Untuk menentukan apakah Anda benar homoseksual, tentu diperlukan konsultasi lebih jauh. Sebagai langkah awal, silakan Anda menjawab pertanyaan di atas. Andaikata benar Anda homoseksual, tentu tidak benar kalau Anda menikah dengan gadis itu.  Pernikahan hanya akan menjadi neraka bagi istri Anda. @

Konsultasi dijawab Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp.And

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau