Independent Team Formed to Probe Susno Duadji's Report

Kompas.com - 24/03/2010, 11:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — The National Police Chief, Gen. Police Bambang Hendarso Danuri, has formed a team to probe the suspicion of case brokering within the police, as accused by former chief detective Comr. Gen. Susno Duadji. The team consists of members from the National Police and the National Commission on the Police.

"The police chief has formed an independent team. This is good news," said chief of the judicial mafia task force, Kuntoro Mangkusubroto after meeting the police chief at the police HQ, Wednesday.

The meeting included other members of the task force, such as Yunus Husein, Mas Achmad Santosa, Darmono, and the task force secretary Denny Indrayana. Representing the police are the chief detective Ito Sumardi and police spokesman Insp. Gen. Edward Aritonang.

Kuntoro stated that the task force has high hopes that the police will be open and will follow through with the suspicion of case brokering, which implicates a number of high officials in the National Police who handled Gayus T. Tambunan's case. "We are counting on the police to do something."

Kuntoro is confident that with the joint efforts from the task force, police, and AGO, then the Rp. 25 billion bribery case will be closed soon. "It will be solved as best as possible and thoroughly."

The task force has also met the Attorney General Hendarman Supandji yesterday. The general attorney has formed a team to examine Gayus' case because he suspects a misconduct in handling the case by his institution.

The attorney general's suspicion has been informed to the press, but the police chief hasn't met the press after his meeting with the task force. (SAN/C17-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau