Melajulah dengan Mobil Terbuka

Kompas.com - 24/03/2010, 15:42 WIB

KOMPAS.com - Amerika Serikat boleh jadi terkesan berlambat ria memenuhi tuntutan dunia: mengurangi polusi dari industrinya, tetapi dalam banyak hal negara yang tengah terbelit kesulitan ekonomi yang parah ini mampu mengajak masyarakatnya hidup bersih. Bahan bakar yang digunakan kendaraan bermotor termasuk dalam kategori beroktan rendah. Seperti diketahui makin rendah nilai oktannya, makin sempurna pembakaran. Polusi agak berkurang.

Di negara maju ini, kendaraan pribadi dibatasi bukan dengan cara melarang pembelian mobil baru tetapi dengan menggunakan instrumen pajak. Tarif parkir mahal (ada kawasan bertarif 26 dollar AS per jam), dan pengguna jalan harus membayar beberapa dollar AS kalau lewat di jalur tertentu. Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat menyediakan sarana transportasi massal yang sangat mutakhir can mudah. Jaringan kereta api modern menjangkau seluruh ruas penting di kota, antar kota atau di desa-desa. Kendaraan umum disediakan dalam jumlah sangat signifikan. Warga pun dengan suka rela menggunakan transportasi umum.

Otoritas kota terkesan cukup manusiawi, dengan menyediakan trotoar lebar: tiga sampai lima belas meter. Inilah yang membuat warga dengan rela dan santai berjalan kaki beberapa kilometer perhari. Di sepanjang trotoar ditanami pohon pelindung dan tanaman penuh kembang tulip. Di banyak sudut kota tegak patung yang gagah sehingga para pejalan kaki tidak mudah jenuh.

Di antaranya karena warga menggunakan bahan bakar emisi rendah, dan kendaraan pribadi tidak dominan merajai jalan raya, sejumlah warga suka menggunakan mobil kap terbuka. Mereka melaju elegan di jalan raya, dan jalan-jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar Amerika Serikat. Seperti yang tampak pada hari Minggu (21/3/2010), di jalur yang menghubungkan kota New York dengan Washington DC, banyak warna melaju dengan mobil kap terbuka. Mereka tampak anggun bukan saja karena kendaraannya sangat luks, tetapi karena pengguna mobil-mobil keren itu umumnya tampan dan rupawan. Kehadiran mobil-moil seperti itu tentu saja memberi warna cemerlang di jalan.

Suasana yang mengasyikkan itu juga mudah ditemukan di jalan-jalan di kawasan elite kota Tokyo dan Osaka. Anak-anak muda yang gaul, melaju elegan dengan mobil-mobil kap terbuka. Suasana itu dengan mudah tercipta karena ucara Tokyo dan Osaka cukup bersih. Industri penghasil polusi tidak beroperasi di dua kota penting Jepang itu.

Seandainya DKI Jakarta mampu menekan polusi pada level signifikan, boleh jadi anak-anak muda Ibu Kota juga akan melaju dengan mobil-mobil kap terbuka, pada pagi, petang atu malam hari. Suasana di jalan jadi penuh warna, bukan warna kemewahan, tetapi udara yang lebih bersih. Seorang anak muda Jakarta yang menjadi usahawan besar di bidang pertambangan menyatakan, bisa saja menggunakan mobil terbuka setiap hari. Tetapi itu berarti mesti mandi delapan kali. Jakarta sangat polusif. (Edi Taslim/Fitricia Juanita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau