Joy Tobing: Seolah Dunia Kiamat kalau Nikah dengan Duda...

Kompas.com - 24/03/2010, 21:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perseteruan antara Joy Tobing dan keluarga besarnya sepertinya kian menjadi. Buktinya, penyanyi yang pernah memenangi ajang Indonesian Idol itu menyesalkan ucapan ibunya, Roma Sibuea, yang terus meributkan status duda Daniel Sinambela, pria yang kini jadi suaminya.

"Kenapa masa lalu Daniel ini diungkit. Lebih baik dari awal ditentang. Tapi, kok menjelang persiapan pernikahan, masalah Daniel diungkit sampai ibu saya bilang tidak akan hadir jika saya tetap akan menikah, bahkan tidak pernah menyetujui karena Daniel punya dua anak," ucap Joy sedih ketika ditemui di The Kuningan Suites, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2010). 

Joy, yang dinikahi Daniel pada 1 Maret 2010 di salah satu gereja di Jakarta itu, juga menegaskan bahwa dia tidak pernah merebut Daniel dari mantan istrinya. "Perlu diluruskan, saya tidak pernah merebut Daniel dari mantan istrinya. Oktober 2009, saya kenal Daniel sudah sendiri dan sedang dalam proses perceraian," ungkapnya.

Joy pun juga menuturkan kekecewaannya terhadap pernyataan ibunya yang menyebutnya sebagai perebut suami orang. "Sempat kecewa dan sedih dengan pernyataan mama. Saya tidak merebut Daniel. Kenapa hanya soal status jadi bertengkar seperti ini? Memang apa yang saya lakukan ini adalah menikah lewat jalur pintas melalui adat mangalua (kawin lari saat keluarga belum menemukan kata sepakat)," tuturnya.

Walaupun belum mendapatkan restu dari orangtua, Joy dan Daniel pun terus berusaha komunikasi untuk melunakkan hati keluarganya. "Kami berusaha untuk berdamai. Tapi yang kami dapat berupa makian justru datang kepada kami. Apakah tujuan mereka? Seakan-akan dunia kiamat kalau menikah dengan duda atau tidak bisa menafkahi keluarga, tidak ada semua itu. Dia laki-laki yang bertanggung jawab," ungkap Joy membela Daniel. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau