BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Josep Guardiola, tidak begitu bahagia dengan kemenangan 2-0 atas Osasuna. Ia mengaku salah menentukan memilih taktik.
Dalam pertandingan semalam, "Los Cules" tak menggunakan formasi menyerang 4-3-3. Awalnya Barca bermain dengan empat gelandang di mana Sergio Busquets sedikit ditarik ke belakang Yaya Toure dan Andres Iniesta. Lionel Messi juga berada sedikit di belakang lini depan. Dalam perkembangan selanjutnya, Guardiola mengubah taktik dengan memakai formasi 4-2-3-1.
Hasilnya tak begitu memuaskan. Barca gagal menciptakan banyak peluang di babak pertama. Messi yang pada pekan sebelumnya bermain cemerlang, kali ini justru melempem. Pergerakan Carles Puyol dan kawan-kawan pun tak secair biasanya.
"Saya ingin mencoba sesuatu (yang lain) dan itu tidak berjalan baik. Saya tidak membuat keputusan tepat dan kami tidak bermain bagus, kami bermain sangat buruk di babak pertama. Di babak kedua, kami bangkit, kami lebih cepat dan bermain lebih tinggi," komentar Guardiola seperti dikutip Goal.com.
Untunglah Guardiola mampu menyadari kesalahan ini. Di babak kedua, ia menarik Thierry Henry dan memasukkan Pedro Rodriguez. Hasilnya, Barca mampu mencetak gol di menit ke-72 melalui Zlatan Ibrahimovic. Bojan Krkic yang menggantikan Ibra memperbesar kemenangan dengan gol yang dicetaknya sepuluh menit kemudian.
"Kami sulit menjalin hubungan antarlini dan mendukung satu sama lain. Kami kurang cair seperti bayangan saya. Saya melakukan kesalahan, saya bayangkan laga yang ternyata tidak terjadi. Dalam enam menit, saya memutuskan untuk mengubahnya. Ketika Pedro bermain bersama Dani (Alves), keduanya bermain bagus," ungkap Guardiola.
Dengan kemenangan tersebut, Barcelona untuk sementara memimpin klasemen Liga Spanyol dengan nilai 71. Nilai ini sudah cukup memuaskan Guardiola.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang