Megawati Panen Raya Padi MSP di Bogor

Kompas.com - 25/03/2010, 12:22 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Teriknya sinar matahari tak menyurutkan langkah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk menggelar panen raya padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Pusat Pelatihan Komunitas Tumbuh Bersama di Desa Sukajadi, Cariu, Kabupaten Bogor, Kamis (25/3/2010).

Megawati memotong padi yang sudah tampak mengering dengan sabit. Lalu seikat padi yang sudah dipotong masing-masing diserahkan kepada kader PDI-P yang mengikuti pelatihan pertanian.

Dalam momen ini, Megawati didampingi oleh para petinggi partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini, seperti Anggota DPR RI Panda Nababan, Mindo Sianipar, dan Rieke Dyah Pitaloka.

Menurut Ketua Komunitas Tumbuh Bersama Mindo Sianipar, padi tersebut sudah berumur lebih 15 hari dari umur sebenarnya. Padi itu nanti akan diolah menjadi bibit unggul.

Selain melakukan panen raya secara simbolik, Megawati juga mengunjungi unit produksi magot dan produksi pupuk organik dari arang sekam. Di unit produksi magot, Mindo menjelaskan kepada Megawati bagaimana pemanfaatan larva suatu serangga ketika berupa ulat dimanfaatkan sebagai makanan ikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau