Megawati: Kami Belum Putuskan untuk Masuk Koalisi

Kompas.com - 25/03/2010, 12:54 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Meski partai lain "berlomba-lomba" berpegangan dengan gerbong koalisi, secara tegas, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa partainya belum memutuskan untuk bergabung dengan koalisi Demokrat.

Hal ini diungkapkannya seusai melakukan panen raya di Cariu, Bogor, Kamis (25/3/2010). Megawati mengatakan tak ada aturan baku mengenai koalisi atau oposisi di Indonesia. Perwujudannya hanya simbolik, di mana koalisi pasti mendapat bagian di kabinet.

"Kalau semua di kabinet, siapa yang jadi penyeimbang, pemegang peran check and balances. Maka kita melihat itu (kabinet) bukan menjadi suatu tujuan. Sehingga saya masih menentukan kami belum putuskan untuk masuk ke sana," tegasnya.

Namun, keputusan partai ke depannya akan ditentukan dalam kongres yang akan digelar di Bali, awal April mendatang. Keputusan akan digodok dalam komisi yang sudah ditentukan dengan mendengarkan masukan dari tim kajian yang sudah mulai bekerja. "Mau deket mau jauh akan ditegaskan dalam kongres partai. Itu akan terlaksana oleh kongres partai. Tapi itu kan persidangan tertutup ya," katanya sambil meletakkan telunjuknya di depan hidung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau