Tak Semua Patah Tulang Bisa Dilihat Foto Sinar X

Kompas.com - 25/03/2010, 13:35 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Foto dengan menggunakan sinar X umum dipakai untuk menegakkan diagnosis adanya fraktur (patah) tulang yang tidak bisa terlihat. Akan tetapi, fraktur yang terjadi di bagian panggul dan pinggul sering kali tidak bisa terdeteksi oleh sinar X.

Sejumlah peneliti dari Duke University, Inggris, mengingatkan para dokter yang hanya bergantung pada standar foto rontgen terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.

Dalam pengamatan yang dilakukan terhadap hasil foto rontgen 92 pasien menggunakan pemindaian tulang yang lebih detail, seperti MRI (magnetic resonance imaging), mereka menemukan 35 patahan tulang yang tak terlihat oleh foto rontgen.

"Saat ini, diagnosis patah tulang akibat kasus trauma umumnya diawali dan diakhiri dengan foto rontgen, termasuk pada patah tulang panggul, pelvis, atau keduanya. Pada beberapa kasus, melihat fraktur akibat trauma lebih sulit," kata Dr Charles Spritzer, ketua peneliti.

Spritzer dan timnya menyarankan, penggunaan MRI, seperti halnya foto rontgen, seharusnya dilakukan, khususnya pada pasien patah tulang panggul yang sebagian besar adalah orang tua yang risiko komplikasi dan kematiannya lebih besar.

"Diagnosis yang akurat pada kasus patah tulang panggul dan pelvis bisa mempercepat pertolongan pada pasien apabila diharuskan untuk operasi. Hal ini juga bisa mengurangi periode pasien di rumah sakit," kata Spritzer.

Fraktur pada tulang memiliki tanda pembengkakan atau memar di sekitar tulang, deformasi (perubahan bentuk) anggota tubuh, nyeri setempat yang makin terasa ketika bagian yang terkena digerakkan atau ditekan, serta tidak berfungsinya bagian yang cedera.

Patah tulang panggul dan pelvis 90 persen terjadi pada pasien yang berusia di atas 65 tahun. Dalam proses penuaan, tulang akan kehilangan mineral dan kepadatannya menurun. Menurunnya kepadatan secara bertahap akan melemahkan tulang sehingga mudah patah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau