Warga Warakas Terkejut Gayus Punya Rekening Miliaran

Kompas.com - 25/03/2010, 14:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar warga Warakas, Papanggo, Jakarta Utara, mengaku tercengang dengan kesuksesan Gayus Halomoan Tambunan (30). Gayus yang disebut-sebut ikut bermain dalam dugaan makelar kasus di institusi Polri ini diketahui memiliki rumah mewah senilai Rp 1 miliar lebih di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Gayus adalah pegawai golongan IIIA di Direktorat Jenderal Pajak, menghabiskan masa kecilnya di rumah orang tuanya di Jalan Warakas 1 Gang 23 RT 011/08 Nomer 4, Papanggo, Jakarta Utara. Rumah orang tua Gayus ini terbilang memprihatinkan dengan kondisinya yang reot dan kumuh.

Amir Suhadi, Ketua RT setempat di Warakas mengaku ia dan warga lainnya terkejut dengan sejumlah pemberitaan di televisi yang mengatakan Gayus memiliki rekening senilai Rp 25 miliar dan rumah mewah di Kelapa Gading. "Ya kami kaget sekali, tercengang, bisa ya sesukses itu. Apalagi rumahnya itu di Kelapa Gading, itu kan ya sangat elit," kata Amir kepada Kompas.com, Kamis (25/3/2010).

Amir mengaku tidak banyak tahu soal perjalanan karir Gayus semenjak menikah sekitar tahun 2004 lalu. Saat itu, ujarnya, ia hanya tahu Gayus menikah dengan seorang wanita yang ia duga berasal dari keluarga berada. "Saya datang waktu pernikahannya di Masjid Kelapa Gading. Kayaknya istrinya dari keluarga berada," kata dia.

Mengenai kesuksesan Gayus ini, Amir pun mengaku tidak banyak tahu. Selain tidak lagi tinggal di Warakas sejak menikah, rumah Gayus di Warakas juga kosong ditinggal penghuninya sejak ayah Gayus menikah lagi. "Ayahnya cuma pulang sesekali saja. Sekitar dua atau tiga bulan sekali, cuma ngecek rumahnya saja," terangnya.

Meski kesuksesan Gayus ini terbilang mencengangkan, toh Amir dan warga lainnya tak mau ambil pusing. Ia mengatakan secara logika memang sulit diterima akal sehat Gayus bisa memiliki rekening miliaran dan rumah mewah. "Kalau bicara logika kan PNS itu paling banter berapa sih. Tapi ya mungkin saja ada usaha lainnya kan bisa saja ya," terangnya.

Sosok Gayus muda, kata Amir, juga dikenalnya sebagai pemuda yang biasa-biasa saja. Selain kecerdasannya dalam bersekolah sehingga bisa meniti karir di Ditjen pajak, Gayus dikenal sebagai pemuda yang tidak banyak tingkah. "Dulu saya tahunya dia senang main bola. Sisanya dia lebih banyak urusan sekolah dan kuliah begitu," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau