Google Chrome Masih Gagal Ditembus

Kompas.com - 26/03/2010, 15:01 WIB

VANCOUVER, KOMPAS.com — Di antara browser web yang tersedia saat ini, hanya Google Chrome yang tidak bisa ditembus hacker dalam kontes Pwn2Own di arena konferensi CanSecWest di Vancouver, Kanada. Browser lainnya berhasil ditembus, mulai dari Firefox 3.6, Safari, hingga Internet Explorer 8.

Charlie Miller dari Independent Security Evaluators berhasil menembus sistem keamanan browser Safari di MacBook dan mengambil alih sistem operasi OS X. Miller selama ini memang dikenal sebagai periset keamanan yang andal menembus sistem buatan Apple dan ini keberhasilannya memenangkan kompetisi yang sama untuk ketiga kalinya.

Periset keamanan lainnya, Peter Vreugdenhill, berhasil menembus benteng Internet Explorer 8 dengan cara melakukan bypass pada fungsi data execution prevention (DEP) dan address space layout randomization (ASLR). Sementara itu, kelemahan kritis pada Firefox 3.6.2 ditembus hacker bernama Nils dari MWR Info Security Inggris. Meski demikian, kelemahan IE8 maupun Firefox tidak bisa ditembus jika browser tersebut dijalankan pada Windows 7 Protected Mode dengan fitur sandbox.

Bagaimana teknik dan cara menembus keamanan browser-browser terkemuka itu tidak diungkapkan dalam acara ini. Para kontestan memang dilarang untuk memublikasikannya sampai vendor yang menyediakan bisa menyediakan penambal (patch) untuk mencegah serangan dari orang yang tak bertanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau