JAKARTA, KOMPAS.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor selama beberapa pekan terakhir berdampak positif bagi industri reksadana. Saat IHSG terus berlari, industri reksadana pun kebanjiran likuiditas. Bahkan, mereka berhasil mendapatkan dana kelolaan tertinggi dalam sejarah.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK), Jumat (26/3/2010), menyebutkan total dana kelolaan manajer investasi (MI) mencapai Rp 113,27 triliun per Februari 2010. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak industri reksadana berdiri.
Dalam setahun terakhir, dana kelolaan reksadana mengalami penambahan sebanyak Rp 39,83 triliun atau tumbuh 54,24 persen pada posisi yang sama tahun lalu. "Dana kelolaan MI tumbuh positif sepanjang tahun ini," kata Winston Sual, Manajer Investasi Panin Sekuritas.
Pesatnya pertumbuhan dana kelolaan reksadana terjadi karena banyak investor memburu produk-produk reksadana. Seperti reksadana Schroder Dana Prestasi Plus, saat ini telah memiliki dana kelolaan sekitar Rp 12 triliun. Padahal, Desember 2009 silam dana kelolaan reksadana tersebut baru Rp 11,53 triliun.
Kemudian, reksadana Danareksa Mawar Fokus 10 dari Danareksa Investment Management yang meraup dana kelolaan sekitar Rp 300 miliar. "Februari kemarin, dana kelolaan Danareksa Mawar Fokus 10 baru Rp 283 miliar," kata John D Item, Presiden Direktur Danareksa Investment Management. (Adi Wikanto/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang