Gayus Sering Transaksi, Duitnya Tidak Hanya Rp 25 Miliar

Kompas.com - 26/03/2010, 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Keuangan mencurigai adanya transaksi keuangan dalam jumlah besar di sejumlah rekening Gayus Tambunan dalam beberapa tahun terakhir. Transaksi itu di luar dana sebesar Rp 25 miliar milik Gayus yang kasusnya dibongkar oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

"Berdasarkan data Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) dan yang sudah kami lihat tadi pagi, yang jelas transaksinya tidak hanya sekali. Selama beberapa tahun (terakhir) ada beberapa kali transaksi (di luar yang Rp 25 miliar) yang cukup menarik untuk dilihat," kata Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao di kantornya, Jakarta, Jumat (26/3/2010). Namun, menurutnya, temuan tersebut masih memerlukan pendalaman.

Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo, saat ditemui di tempat yang sama, juga memiliki kecurigaan serupa dengan Hekinus. Menurutnya, pihaknya tengah mendalami sejumlah transaksi mencurigakan tersebut dengan melibatkan PPATK. "Kami masih mendalami itu, kerja sama dengan PPATK. Jadi, masih dalam pemeriksaan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau