Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Serpong

Kompas.com - 26/03/2010, 23:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Direktorat IV Reserse Narkoba Mabes Polri menangkap enam orang tersangka yang diduga berkait dengan produksi ribuan butir ekstasi. Satu orang di antaranya adalah anggota TNI, Brigadir AA ,yang siang tadi sudah diserahkan ke Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).

Direktur IV Narkoba Mabes Polri Brigjen Arman Depari membenarkan ihwal penangkapan dan penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (26/3/2010) siang dan malam ini.

Informasi yang didapat menyebutkan, penggerebekan ini bermula dari penangkapan Brigadir AA oleh Badan Narkotika Nasional pada Kamis malam di Pecenongan, Jakarta Pusat. Dari penangkpan itu, polisi menyita 2.100 butir ekstasi.

Dalam pengembangan kasus, polisi akhirnya menggerebek sebuah rumah di Graha Raya Bumi Serpong Damai dan dilanjutkan dengan penangkapan lima orang. Belum diperoleh keterangan menganai nama-nama para tersangka.

Selain 12.000 butir ekstasi yang sudah siap edar, polisi juga menemukan 5 kg bubuk dan adonan bahan ekstasi siap olah serta bahan-bahan kimia seperti aceton, epidrin, HDX, methanol, amoniak dan lain-lainnya. Polisi juga menyita satu unit mesin cetak tablet otomatis dan tiga unit mesin cetak manual.

Polisi juga menyita sepucuk senjata api jenis FN kaliber 45 dan satu pucuk senjata peluru karet. Saat ini, kelima tersangka sedang diperiksa di Mabes Polri, sedangkan yang anggota TNI sudah diserahkan ke Pomdam Jaya. Sedangkan bahan-bahan yang disita saat ini tengah diperiksa tim dari Laboratorium Forensik Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau