JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati dihajar oleh media elektronik, baik televisi maupun kecanggihan media internet, media cetak masih tetap eksis hingga kini. Hal ini diakui Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama di Jakarta, Sabtu (27/3/2010). Menurut Jakob, media cetak tidak akan ditinggalkan oleh pembacanya karena sarat intelektualitas.
"Media cetak memberikan ruang waktu untuk berpikir secara kritis. Itu mengembangkan peradaban, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan karena ada huruf ada tulisan," kata Jakob.
Di berbagai negara di dunia, media cetak juga masih tetap eksis, seperti media cetak di India yang penjualannya tetap melesat. Demikian juga di China yang media cetaknya masih banyak diminati oleh masyarakat.
Di Jepang, media cetak dan media elektronik menempati porsi sama besar. "Di Jepang itu 50:50. Media cetak masih tinggi, tetapi fenomena elektronik juga kuat. Di Indonesia, media cetak masih, tetapi peran posisi media elektronik makin kuat," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang