Andi Siap Deklarasi, Anas Masih Malu-malu

Kompas.com - 27/03/2010, 19:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-Rakornas I Partai Demokrat, Sabtu (27/3/2010) malam, bursa calon ketua umum Partai Demokrat diprediksikan makin ramai karena sejalan dengan instruksi Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Nama sejumlah elite partai, seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Marzuki Alie, dan Djafar Hapsah, menguat.

Salah satu Ketua DPP Andi Mallarangeng bahkan siap mendeklarasikan dirinya menjadi calon Ketua Umum Partai Demokrat, Minggu (28/3/2010) sekitar pukul 18.00 di Wisma Proklamasi Jakarta. Deklarasi ini ditandai dengan pidato politik untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015.

Sementara itu, kader muda Demokrat lainnya, Anas Urbaningrum, masih malu-malu ketika ditanyakan kapan akan mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum. "Belum, nantilah. Lihat nantilah," katanya sambil tertawa dan menunjuk Ketua DPP Yahya Sacawirya.

Ketika didalami lebih jauh, Anas masih juga enggan buka mulut. Anas hanya tersenyum-senyum ketika terus dicecar pertanyaan seputar pengajuan dirinya sebagai ketua umum. "Ya nantilah masih istiqoroh," katanya.

Sementara itu, menurut informasi, mantan Sekjen Demokrat yang kini menjabat sebagai Ketua DPR Marzuki Alie juga akan mendeklarasikan dirinya pada Minggu (28/3/2010) besok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau