Cabut Kembali Remunerasi di Depkeu

Kompas.com - 28/03/2010, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Agun Gunanjar mendesak agar remunerasi sistim gaji di lingkungan Kementerian Keuangan dicabut menyusul terbongkarnya kasus rekening pegawai pajak Gayus Tambunan sebesar Rp 25 miliar.

"Remunerasi kementerian keuangan cabut kembali saja, khususnya ditjen pajak," kata anggota DPR RI F-PG Agun Gunanjar kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/3/2010).

Menurut Agun diterapkannya remunerasi di lingkungan Kementerian Keuangan tujuannya baik, yakni pendekatan preventif agar tidak terjadi korupsi. "Artinya menutup peluang pejabat untuk korupsi karena gajinya telah cukup," kata Agun.

Namun ternyata dalam praktiknya meskipun remunerasi berjalan pungli tetap terjadi. "Kalau begini dicabut saja. Ini artinya tujuan awal tidak tercapai," ucap Agun dengan nada tinggi.

Menurut dia, jika  remunerasi  ini masih diteruskan akan menimbulkan kecemburuan dengan kementerian lain. Sementara program remunerasi di kementerian lainnya tak jelas. "Cabut saja dan uangnya kembalikan untuk rakyat khususnya di wilayah pesisir," tegasnya.

Agun juga menyoroti alasan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang selalu menyatakan remunerasi telah berdampak baik. Menkeu, tambah Agun, selalu beralasan bahwa remunerasi  baru berdampak positif karena pendapatan negara menjadi meningkat. "Tapi pertanyaanya apa tujuan remunerasi itu? Tujuannya untuk menutup peluang orang menjadi korup. Dan nyatanya masih ada Gayus-gayus ini," kata Agun.

Menurut dia, pendapatan negara meningkat bukan semata-mata hasil kerja keras orang pajak, namun karena memang kondisi ekonomi yang membaik. "Fakta (soal Gayus) ini menunjukkan bahwa selama ini memang tidak ada evaluasi soal  remunerasi  ini," ujarnya.

Agun menekankan sebagai anggota dewan akan meminta pertanggungjawaban Menkeu Sri Mulyani yang telah menetapkan remunerasi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau