Melalui "Family Adventure" Mitsubishi Buktikan Ketangguhan Pajero Sport

Kompas.com - 29/03/2010, 05:06 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Berhasil memimpin segmen sport utility vehicle medium di pasar nasional tahun ini melalui produk andalannya Pajero Sport, PT Krama Yudha Tiga berlian Motors lantas tak berpuas diri. Keberhasilan ini justru dimanfaatkan oleh ATPM Mitsubishi di Indonesia itu untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumennya dan meyakinkan ketangguhan produknya melalui acara Pajero Sport Adventure Family atau PSFA.

Setelah sukses dengan gelaran pertama di Garut, Jawa Barat, awal Maret lalu, kini gelaran PSFA itu dialihkan ke Jawa Timur, tepatnya dari Surabaya menuju Malang dan balik ke Surabaya, 27-28 Maret 2010. Di luar dugaan, pesertanya melebihi 50 kendaraan Pajero, yang umumnya membawa keluarga.

Menurut Group Head Marketing Division KTB Duljatmono, Surabaya, Jawa Timur, dipilih, "Karena (umumnya) daerah ini merupakan pasar terbesar kedua setelah Jakarta."

Tak cuma itu tujuannya. Melalui kegiatan adventure ini, Duljatmono menjelaskan bahwa Mitsubishi ingin bersilaturahim. Selain itu, dari kegiatan ini, "Konsumen jadi mengetahui sesungguhnya kekuatan, ketangguhan, dan keiritan Pajero Sport," papar Duljatmono.

Memang, pemilik Pajero Sport mendapatkan hal-hal yang disebutkan oleh Duljatmono, seperti keiritan bahan bakar. Untuk mendapatkan hasilnya, lomba irit pun sengaja diadakan. Namun, panitia hanya mengikutsertakan 10 peserta dari 50 lebih mobil peserta.

Rutenya Surabaya-Malang, dengan rute awal yang berbeda. Jadi, 50 peserta terbagi dalam 5 kelompok. Kelima grup itu mempunyai rute awal yang tidak sama, dengan posisi start di Hotel Shangri La.

Pemenangnya adalah Budi yang dengan satu liter bahan bakar bisa mengendarai Pajero sejauh 15,503 km.

Raihan itu terpaut cukup jauh dibanding pemenang kedua dan ketiga, yang mencatat keiritan sama, yaitu 1:13 km, dan hanya beda koma pada hasil jarak tempuh.

Untuk bisa seirit itu, Budi pun menceritakan triknya yang bisa Anda baca di rubrik Tips N Trik, "Cara Budi Menyetir Irit Mitsubishi Pajero Sport".

Untuk membuktikan ketangguhan Pajero Sport di medan off-road, peserta merasakan langsung dengan menaiki Pajero yang dikendarai oleh dua pereli nasional, Rifat Sungkar dan Subhan Aksa.

Trek test ride hanya berjarak 940 meter. Namun, di sana cukup banyak tikungan untuk menguji kestabilan, tenaga mesin, dan kenyamanan berkendara. Selain itu, kondisi jalan juga licin akibat disiram hujan pada malam sebelumnya.

Albert Hansen bersama istri dan anaknya, Jeferson, mengaku puas. Mobilnya dikemudikan oleh Rifat Sungkar. "Daya pacu mobil betul-betul bagus," sebut Albert. "Yang juga bagus, jelas pengemudinya," sambung sang istri.

Lain lagi pendapat dr Sudjarno W bersama istri Venny yang Pajeronya disetiri oleh Subhan. Meski cukup senang, dia mengaku ingin tantangan yang lebih. "Mestinya treknya yang lebih ekstrem lagi. Kalau segini aja, saya juga bisa. Lintasan ini ya cocoklah untuk keluarga," komentar dokter spesialis mata yang baru Desember tahun lalu membeli Pajero ini.

Pemenang lomba irit
1. Budi 1:15,503 km
2. Dr. RY Eko Hartranto 1:13,451 km
3. Bambang Dian 1:13,446 km

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau