MANCHESTER, KOMPAS.com - Bek Manchester United (MU), Nemanja Vidic, berharap timnya kembali bertemu Barcelona di final Liga Champions. Menurutnya, cuma itu cara membersihkan aib tampil buruk mereka di final tahun lalu.
MU menyerah 0-2 kepada Barcelona di final musim lalu. Sempat tampil dominan dan menciptakan dua peluang emas di sembilan menit pertama, MU tak berkutik ketika Barcelona unggul berkat Samuel Eto'o di menit kesepuluh. Semakin lunglailah MU ketika Barcelona menggandakan keunggulan melalui tandukan Lionel Messi di menit ke-70.
Mengacu statistik, tak berlebihan bila Vidic merasa dipermalukan Barcelona. Sepanjang 90 menit, mereka menguasai bola sebanyak 47 persen dan melepaskan dua tembakan tepat ke gawang dari sebelas percobaan. Bandingkan dengan Barcelona yang membuat tujuh peluang emas dari 12 usaha.
"Terlepas dari menit-menit pertama laga itu, kami tak pernah bisa bisa menunjukkan siapa sebenarnya Manchester United. Perjalanan menuju final musim itu sangat luar biasa. namun kami kehilangan performa terbaik saat mengalahkan Arsenal," ungkap Vidic.
"Kami semua sangat emosional setelah (duel versus Barcelona). Bagiku, kekecewaan itu berubah menjadi amarah. Itu adalah kekalahan yang paling sulit kuterima dalam karierku. Semua pemain kerap bicara soal itu. Kami tahu, kami tak bisa membiarkannya terjadi lagi," tandasnya.
Masalahnya, kecuali sangat beruntung, sulit mengharapkan final musim lalu terulang kali ini. Pasalnya, meski berada di delapan besar, kedua kubu bakal menghadapi lawan berat. Sementara MU akan bertemu Bayern Muenchen, Barcelona akan diadang Arsenal.
Jika bisa melewati Bayern, MU boleh yakin akan melaju ke final. Pasalnya, di babak semifinal, mereka akan menghadapi pemenangan partai Lyon versus Bordeaux, yang di atas kertas berada di bawah MU.
Berbeda dari MU di babak semifinal, Barcelona bakal menghadapimusuh lebih sulit, yaitu Inter Milan atau CSKA Moskwa. Mengingat Barcelona kesulitan menghadapi Rubin Kazan di penyisihan grup musim ini, CSKA Moskwa pantas diperhitungkan mampu mengancam misi mereka ke final. (MIR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang