Pajak Bisa "Dibisniskan" dari Segala Sisi

Kompas.com - 29/03/2010, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadinya dispute antara wajib pajak dan kantor pajak, bisa membuahkan perkara banding yang ujungnya diselesaikan melalui jalur hukum di Pengadilan Pajak. Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran Indonesia Corruption Watch, Firdaus Ilyas mengatakan, dalam setiap level berperkara, terbuka peluang yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum untuk mendapatkan gratifikasi dari wajib pajak.

Kasus pegawai pajak Gayus Tambunan, menurutnya, bagian dari peluang yang dimanfaatkan dari dispute perhitungan kewajiban membayar pajak. "Banyak peluang mensiasati itu. Misalnya verifikasi antara data wajib pajak dan kantor pajak. Kalau hitungan antara keduanya tidak ketemu, akan masuk di keberatan pajak, itu peluang. Tingkat berikutnya banding pajak yang diselesaikan melalui pengadilan pajak. Kemungkinan dilakukan negosiasi, sangat terbuka," kata Firdaus, Senin (29/3/2010), kepada Kompas.com.

Dipaparkan Firdaus, segala proses sebelum berujung pada perkara di pengadilan, potensial "dimainkan". Berawal dari dikeluarkannya data keuangan oleh akuntan publik. Data yang dikeluarkan akuntan publik biasanya diverifikasi oleh kantor pajak.

"Bisa saja yang dilaporkan wajib pajak lebih rendah dari seharusnya. Ini juga membuka celah gratifikasi atau suap. Tidak selalu wajib pajak yang salah, tapi kadang juga sering dikerjain," kata dia.

Data-data ini, berpeluang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk "membisniskannya". Firdaus menduga, praktik inilah yang dilakukan Gayus. Sebagai petugas penelaah keberatan pajak, Gayus mengantongi data para wajib pajak. "Data pembanding itu dimanfaatkan oleh orang-orang seperti Gayus. Ketika menyamakan data dengan wajib pajak, misalnya, Ditjen Pajak akan menyamakan data dengan wajib pajak, tapi catatan ada costnya," kata Firdaus.

Ia meyakini, praktik yang dijalankan Gayus tak hanya berhenti di level pegawai golongan III. "Bisa jadi sampai level paling atas. Ini yang harus diungkap," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau