JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi menegaskan, pelepasan saham ke publik menunjukkan saham XL benar-benar terbuka untuk publik. "(Penjualan saham) ini sangat penting, terutama komitmennya yang selalu ditanyakan oleh Bursa Efek Indonesia kenapa likuiditas kita kurang sehingga, seolah-olah, saham kita tak boleh ke publik," kata Hasnul, Senin (29/3/2010) di Jakarta.
Grup Axiata Berhad, pemegang saham mayoritas perusahaan telekomunikasi Excelcomindo, memang mengumumkan telah berhasil menjual 18 persen saham ke publik dengan harga Rp 3.300 per lembar saham. Dengan demikian, Axiata Berhad meraup sekitar Rp 5 triliun.
Pelepasan saham milik Axiata itu juga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe 3-4 kali. Total pelepasan saham nantinya diperkirakan mencapai sekitar 20 persen karena Axiata Group mempunyai kemungkinan upsized (peningkatan persentase saham) berbentuk green shoe sebesar 153 juta lembar saham setara 1,8 persen saham.
"Berdasarkan beberapa penawaran umum saham atau IPO terakhir, kelebihan permintaan tak mencapai tiga hingga empat kali. Jadi, penjualan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap perusahaan Indonesia, dan terutama kinerja XL, sangat baik," kata Iman Rachman, Direktur Mandiri Sekuritas.
Penjamin emisi dalam penjualan saham tersebut adalah Goldman Sachs, kemudian CIMB Investment Bank Berhard, PT Mandiri Sekuritas, JP Morgan Securities Ltd, dan Morgan Stanley Services Limited. Penjualan saham untuk investor domestik ditangani oleh PT Mandiri Sekuritas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang