Max Sopacua Prihatin soal Pelarangan Hadir ke Silaturahim Marzuki Alie

Kompas.com - 29/03/2010, 14:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengaku prihatin atas pelarangan yang dilakukan terhadap sejumlah kader daerah untuk hadir pada acara silaturahim yang digelar calon kontestan ketua umum Partai Demokrat atau PD, Senin (29/3/2010) di Jakarta.

Pelarangan diduga dilakukan oleh pimpinan dewan pimpinan daerah (DPD) PD. "Saya pikir kami mundur satu langkah," ujar Max di sela-sela acara silaturahim Marzuki Alie.

Padahal, acara tersebut merupakan diskusi, bukan pendeklarasian sebagai kontestan ketua umum. Max secara gamblang mengatakan bahwa orang yang melakukan pelarangan itu sama sekali tidak mengerti demokrasi. Hal ini memprihatinkan karena pihak yang melarang adalah kader Demokrat, yang seharusnya mengerti demokrasi. Pelarangan ini juga secara tidak langsung mematikan jiwa kepemimpinan dari kader daerah.

Informasi adanya pelarangan ini disampaikan oleh Marzuki dan beberapa kader daerah yang hadir. DPD yang tidak hadir adalah DPD Bali, Banten, DKI, dan Jawa Barat.

"Saya ingatkan kepada ketuanya, marilah kita membangun demokrasi yang baik. Saya sendiri mengizinkan para pendukung saya untuk hadir di acara deklarasi dan silaturahim siapa pun," ketus Marzuki. "(Kader) Bali tadi hadir di sini. Tapi mungkin dia disuruh pulang. Ada satu orang dari Jabar yang datang ke sini, tapi mungkin dia salah satu yang mbalelo," tambahnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PD itu juga mengaku menerima pesan singkat dari sejumlah kader bahwa mereka tengah dikarantina oleh calon tertentu sehingga tidak bisa hadir pada acara silaturahim. "Saya katakan, yang dikarantina itu adalah yang berkaki empat," sindir Marzuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau