JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengaku prihatin atas pelarangan yang dilakukan terhadap sejumlah kader daerah untuk hadir pada acara silaturahim yang digelar calon kontestan ketua umum Partai Demokrat atau PD, Senin (29/3/2010) di Jakarta.
Pelarangan diduga dilakukan oleh pimpinan dewan pimpinan daerah (DPD) PD. "Saya pikir kami mundur satu langkah," ujar Max di sela-sela acara silaturahim Marzuki Alie.
Padahal, acara tersebut merupakan diskusi, bukan pendeklarasian sebagai kontestan ketua umum. Max secara gamblang mengatakan bahwa orang yang melakukan pelarangan itu sama sekali tidak mengerti demokrasi. Hal ini memprihatinkan karena pihak yang melarang adalah kader Demokrat, yang seharusnya mengerti demokrasi. Pelarangan ini juga secara tidak langsung mematikan jiwa kepemimpinan dari kader daerah.
Informasi adanya pelarangan ini disampaikan oleh Marzuki dan beberapa kader daerah yang hadir. DPD yang tidak hadir adalah DPD Bali, Banten, DKI, dan Jawa Barat.
"Saya ingatkan kepada ketuanya, marilah kita membangun demokrasi yang baik. Saya sendiri mengizinkan para pendukung saya untuk hadir di acara deklarasi dan silaturahim siapa pun," ketus Marzuki. "(Kader) Bali tadi hadir di sini. Tapi mungkin dia disuruh pulang. Ada satu orang dari Jabar yang datang ke sini, tapi mungkin dia salah satu yang mbalelo," tambahnya.
Mantan Sekretaris Jenderal PD itu juga mengaku menerima pesan singkat dari sejumlah kader bahwa mereka tengah dikarantina oleh calon tertentu sehingga tidak bisa hadir pada acara silaturahim. "Saya katakan, yang dikarantina itu adalah yang berkaki empat," sindir Marzuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang