Murid Korban Lumpur Lapindo Ujian Nasional di Bekas Toko

Kompas.com - 29/03/2010, 18:10 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com — Belasan Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khalid Bin Walid di Porong, Sidoarjo, terpaksa melaksanakan ujian nasional (UN) di bekas toko bangunan warga setempat karena sekolah mereka terkubur lumpur.

Kepala Sekolah MTs Khalid Bin Walid, Sri Retno, mengatakan, bekas toko itu berada di kawasan Glagaharum, Porong, dan lokasi itu pula yang selama ini dijadikan tempat belajar mengajar.

"Hingga saat ini kami masih belum memiliki tempat baru untuk melakukan proses belajar mengajar, sehingga kami terpaksa menggunakan bekas toko bangunan untuk itu," kata Sri Retno, Senin (29/3/2010).

Saat ini, sebanyak 20 murid terdiri dari 15 laki-laki dan lima perempuan yang mengikuti UN di tempat tersebut. Ia menambahkan, MTs Khalid Bin Walid yang hilang dilenyapkan lumpur itu hingga kini belum ada kejelasan untuk ganti ruginya.

"Kami berharap proses ganti rugi dari Lapindo segera diselesaikan supaya bisa memiliki kelas baru tempat belajar mengajar," katanya. Sebelumnya, puluhan murid Madrasah Aliyah (MA) Kholid Bin Walid Porong, Sidoarjo, Jatim, juga terpaksa mengikuti UN di rumah warga karena sekolah mereka ditenggelamkan lumpur Lapindo.

"25 murid kami terpaksa mengikuti UN di dalam ruangan berukuran 4 x 4 meter dengan duduk saling berdekatan, karena tidak ada lagi tempat yang bisa digunakan," kata Kepala Sekolah MA Kholid Bin Walid, Ali Masad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau