Masih SMP Simpan 350 Pil Koplo, Ujian Nasional di Bui

Kompas.com - 29/03/2010, 19:34 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com — Seorang murid sekolah menengah pertama (SMP) dari kawasan Rungkut, Surabaya, terpaksa melakukan ujian nasional (UN) di kantor Kepolisian Sektor Waru, Sidoarjo, Senin (29/3/2010).

Kepala Unit Reserse Kriminal Waru Iptu Setijono mengatakan, murid itu terjerat kasus kepemilikian obat-obatan berbahaya alias pil koplo. "Tersangka kami tangkap karena terbukti memiliki obat-obatan berbahaya seperti pil double L dan juga beberapa obat lainnya," katanya.

Saat ujian, murid berinisial IM tersebut didampingi pengawas dari dinas pendidikan setempat dan unsur Tim Pengawas Independen (TPI). "Saat mengerjakan soal ujian, pelaku di ruang saya dengan didampingi orangtuanya," katanya.

Ketika ditangkap, tersangka IM sedang membawa 70 butir obat-obatan keras berbahaya double L jenis H. "Setelah mendapatkan barang tersebut, tersangka digelandang ke rumahnya di kawasan Berbek, Sidoarjo, dan ditemukan 280 butir obat-obatan yang sama," katanya.

Selain menangkap pelaku dengan total barang bukti sebanyak 350 butir, petugas juga menangkap seorang tersangka lagi berinisial P. "Tersangka P ini dikategorikan sebagai pengedar karena kepemilikan obat-obatan tersebut," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Obat-obatan Keras Berbahaya dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Sebelumnya, saat pelaksanaan UN tingkat sekolah menengah pertama (SMA) di Sidoarjo, terdapat seorang murid yang melakukan ujian di Penjara Delta, Sidoarjo. Murid berinisial YP itu ditangkap karena kasus pencurian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau