Mahasiswa Flores Mati di Makassar, Diduga Tak Punya Biaya

Kompas.com - 29/03/2010, 20:56 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Warga Jalan Landak Baru Makassar dikagetkan dengan penemuan mayat Cosmas (21), mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) Makassar asal Flores Nusa Tenggara Timur.

Informasi di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (29/3/2010), menyebutkan, korban sebelum ditemukan meninggal dalam kamar kontrakannya itu mempunyai riwayat penyakit. Kanit Polsek Rappocini Ipda Isnan yang mengetahui informasi penemuan mayat itu langsung ke lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," katanya. Kendati demikian, polisi tetap meminta keterangan dari para tetangga korban. Mengenai dugaan korban meninggal tidak wajar, Isnan membantahnya. Alasannya, jenazah korban masih utuh dan beberapa obat-obatan juga ditemukan dekat jenazah.

"Kami belum tahu pasti karena jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Polisi (RSP) Bhayangkara, " ujarnya. Rekan korban bernama Ferdi yang dimintai keterangan di Polsek Rappocini, menyebutkan, korban sudah tidak terlihat selama dua hari.

Ferdi yang sudah lama mengenal korban menuturkan, Cosmas semasa hidupnya mengidap penyakit asma tapi tidak punya biaya untuk mengobati penyakitnya. "Kasus ini masih dalam penyelidikan dan masih harus menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak rumah sakit," terang Isnan.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau