Pengendalian unggas

Ayam Akan Dipotong di Banten

Kompas.com - 30/03/2010, 03:22 WIB

Jakarta, Kompas - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten siap membantu peternak setempat agar bisa memotong ayam di rumah pemotongan unggas di Banten sebelum dikirim ke Jakarta.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus Tauchid di Serang, Senin (29/3). Ia mengatakan, langkah pemotongan ayam di rumah pemotongan unggas (RPU) Banten sebelum sampai ke Jakarta dilakukan menghadapi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di Jakarta pada April mendatang.

Kepala Bidang Produksi Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Irwan Efendi menambahkan, selama ini, setiap hari Banten mengirim sekitar 150.000 ekor ayam ke DKI Jakarta.

”Rinciannya, 100.000 ekor ayam hidup dan 50.000 karkas, yakni ayam yang sudah dipotong di RPU yang mempunyai nomor kontrol venteriner,” kata Irwan.

Irwan mengatakan, pihaknya akan mendorong kapasitas maksimal RPU. ”Kalau kapasitasnya 10.000 ekor ayam, dipotong tiap hari. Namun, saat ini baru 6.000 ekor ayam yang dipotong. Kami akan berupaya supaya mencapai 10.000 ekor ayam,” katanya.

Dengan perhitungan satu unit RPU ukuran menengah memiliki kapasitas potong 10.000 ekor per hari, di Provinsi Banten setidaknya perlu dibangun 10 unit RPU lagi untuk memotong ayam hidup dari Banten.

Belum berlaku April

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Edy Setiarto mengatakan, pihaknya belum mewajibkan kegiatan pemotongan ayam di RPU mulai April mendatang sebab kapasitas RPU belum mencukupi.

”Jadi belum diwajibkan semua, tetapi dipersilakan masuk secara sukarela dengan insentif tertentu yang masih kami rancang,” tuturnya.

Menurut Marulloh, Kepala RPU Rawa Kepiting, Jakarta Timur, yang ditemui di kantornya kemarin, saat ini DKI memiliki lima RPU. RPU itu adalah RPU Pulo Gadung dan Penggilingan, Jakarta Timur, yang dikelola Perusahaan Daerah Dharmajaya; RPU Rawa Kepiting, Cakung, Jakarta Timur, dan RPU Petukangan Utara, Jakarta Selatan, yang dikelola dinas; dan RPU Kartika di Kembangan, Jakarta Barat, yang dikelola swasta.

”RPU terbesar ada di Penggilingan, tetapi belum beroperasi karena masih dalam persiapan operasional,” tutur Marulloh.(CAS/WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau