NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia naik hampir tiga persen pada Senin (29/3/2010) waktu setempat, terangkat oleh dollar AS yang melemah, optimisme terbaru ekonomi dan penyesuaian buku akhir kuartal.
Indeks dollar AS jatuh terhadap satu keranjang mata uang, membantu meningkatkan harga komoditas, termasuk minyak. Sumber perdagangan melaporkan pembelian akhir kuartal dan akhir-bulan menjelang liburan akhir pekan Paskah dan beberapa mengatakan mungkin menjadi beberapa yang mengangkat harga minyak dari kekhawatiran tentang pengeboman bunuh diri di metro Moskow.
"Ledakan di Rusia bersama dengan melemahnya dollar AS dan penyesuaian buku akhir kuartal dan window-dressing di Wall Street menjadi faktor pendorong kenaikan," kata Stephen Schork, presiden Schork Group di Villanova, Pennsylvania.
Minyak mentah AS jenis light sweet untuk pengiriman Mei naik 2,17 dollar AS atau 2,71 persen menjadi menetap di 82,17 dollar AS per barrel, mengakhiri tiga sesi penurunan berturut-turut dan diperdagangkan setinggi 82,78 dollar AS, harga minyak mentah tertinggi sejak 17 Maret.
Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk pengiriman Mei naik 1,88 dollar AS menjadi menetap di 81,17 dollar AS per barrel.
Euro menguat terhadap dollar AS karena Yunani yang terlilit utang menjual obligasi tujuh tahun setelah kesepakatan zona euro pekan lalu tentang bantuan keuangan darurat untuk Yunani.
Penguatan data ekonomi AS dan Eropa dan meningkatnya indikator Asia membantu mengangkat pasar ekuitas. Sentimen ekonomi zona euro meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Maret.
Pengeluaran konsumen AS naik seperti yang diharapkan pada Februari untuk kelima bulan berturut-turut, tapi pendapatan stagnan mendorong tabungan ke tingkat terendah mereka sejak Oktober 2008.
Saham AS ditutup lebih tinggi pada Senin karena penerbitan obligasi negara Yunani dan saham energi membantu memicu kenaikan. "Seperti yang sering terjadi ketika harga melonjak lebih dari satu beberapa persentase poin, beberapa faktor dikombinasikan untuk menyalakan masuknya modal spekulatif ke sisi panjang," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch & Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang