Harga Minyak Mahal Lagi

Kompas.com - 30/03/2010, 08:13 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia naik hampir tiga persen pada Senin (29/3/2010) waktu setempat, terangkat oleh dollar AS yang melemah, optimisme terbaru ekonomi dan penyesuaian buku akhir kuartal.

Indeks dollar AS jatuh terhadap satu keranjang mata uang,  membantu meningkatkan harga komoditas, termasuk minyak.  Sumber perdagangan melaporkan pembelian akhir kuartal dan akhir-bulan menjelang liburan akhir pekan Paskah dan beberapa mengatakan mungkin menjadi beberapa yang mengangkat harga minyak dari kekhawatiran tentang pengeboman bunuh diri di metro Moskow.
    
"Ledakan di Rusia bersama dengan melemahnya dollar AS dan penyesuaian buku akhir kuartal dan window-dressing di Wall Street menjadi faktor pendorong kenaikan," kata Stephen Schork, presiden  Schork Group di Villanova, Pennsylvania.

Minyak mentah AS jenis light sweet untuk pengiriman Mei naik 2,17 dollar AS atau 2,71 persen menjadi menetap di 82,17 dollar AS per barrel, mengakhiri tiga sesi penurunan berturut-turut dan diperdagangkan setinggi 82,78 dollar AS, harga  minyak mentah tertinggi sejak 17 Maret.
    
Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk pengiriman Mei naik 1,88 dollar AS menjadi menetap di 81,17 dollar AS per barrel.

Euro menguat terhadap dollar AS karena Yunani yang terlilit utang menjual  obligasi tujuh tahun setelah kesepakatan zona euro pekan lalu  tentang bantuan keuangan darurat untuk Yunani.

Penguatan data ekonomi AS dan Eropa dan meningkatnya indikator Asia membantu mengangkat pasar ekuitas. Sentimen ekonomi zona euro meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Maret.

Pengeluaran konsumen AS naik seperti yang diharapkan pada Februari untuk kelima bulan berturut-turut, tapi pendapatan stagnan mendorong tabungan ke tingkat terendah mereka sejak Oktober 2008.

Saham AS ditutup lebih tinggi pada Senin karena penerbitan obligasi negara Yunani dan  saham energi membantu memicu kenaikan.  "Seperti yang sering terjadi ketika harga melonjak lebih dari satu beberapa persentase poin, beberapa faktor dikombinasikan untuk menyalakan masuknya modal spekulatif ke sisi panjang," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch & Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau