Pria Menikah Lebih Panjang Umur

Kompas.com - 30/03/2010, 16:13 WIB

KOMPAS.com - Pria menikah ternyata cenderung panjang umur. Bukan apa-apa, soalnya mereka punya istri yang setia mengomel dan memaksa mereka ke dokter. Nah, para suami harusnya berterima kasih pada istri-istri mereka untuk urusan ini.

Inilah temuan terbaru para peneliti sosial dari Ruhr Graduate School in Economics, Jerman, yang akan dipresentasikan pada konferensi tahunan Royal Economic Society di University of Surrey, Guildford, Inggris. Para peneliti juga mendapati bahwa pasangan menikah cenderung melakukan olahraga secara rutin, sehingga membuat mereka sama-sama panjang umur.

Kecenderungan pria menikah untuk mengunjungi dokter lebih besar 6 persen daripada pria lajang. Penyebabnya, tidak ada perempuan yang rajin mengingatkan kapan mereka harus check-up (sekalipun pria tersebut memiliki pasangan). Sebaliknya, untuk urusan ke dokter, perempuan memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada pria. Berkonsultasi dengan dokter akan mereka lakukan, baik ketika masih lajang atau telah menikah.

Dari penelitian itu juga terungkap bahwa perempuan cenderung lebih ingin menjaga kebugaran melalui olahraga rutin (34 persen) saat sudah menikah, sedangkan pria menikah cenderung melakukan jogging sekali seminggu (20 persen).

Hasil penemuan ini membuat para peneliti menyarankan para pakar kesehatan untuk menempatkan pria lajang sebagai target kampanyenya untuk mengunjungi dokter. Hendrik Schmitz, kepala tim peneliti, juga mengatakan bahwa penemuan ini menunjukkan ragam manfaat yang didapatkan bila seseorang memiliki hubungan jangka panjang.

"Kalau seorang wanita mengunjungi dokter, kemungkinan pasangannya ikut mengunjungi dokter meningkat hingga 6 persen," ujar Schmitz.

Seseorang yang terlibat dalam hubungan, lanjutnya, biasanya menginginkan agar pasangannya menjaga kesehatan, karena ia peduli pada pasangannya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau