Pemerintah Indonesia Pandang Sebelah Mata IIMS

Kompas.com - 30/03/2010, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesta otomotif terakbar "Indonesia International Motor Shows 2010 (IIMS) ternyata masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Pasalnya, IIMS belum dijadikan salah satu potensi pariwisata seperti yang dilakukan negara tetangga Thailand.

Seperti diketahui, 24 Maret 2010 Thailand baru membuka ajang pameran otomotif serupa, Bangkok International Auto Show dan akan berakhir 6 April mendatang. Board of Director PT Dyandra Promosindo Dani Budiarto mengatakan, tahun lalu saja Bangkok mampu mendatangkan lebih dari 1 juta pengunjung dalam pamerannya.

"Sementara Indonesia masih berkutat di 200.000 saja, dari tahun ke tahun. Padahal kalau dilihat dari penyelenggara, peserta, dan luas area pameran Indonesia sama sekali tak kalah dengan Thailand," papar Dani dalam Pressconference IIMS di Jakarta, (30/3/2010).

Terkait hal ini, Dewan Pengawas Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan, Pemerintah Thailand mampu membungkus promosi pameran dengan kampanye pariwisata kota Bangkok sehingga mampu memperbesar jumlah pengunjung.

"Para pengunjung yang datang ke Bangkok Auto Show itu datang bukan hanya karena pameran, tapi karena potensi pariwisata kota Bangkok sendiri. Potensi yang masih belum dilihat pemeritah," ujar Bambang.

Penyelenggaraan IIMS 2010 menargetkan jumlah pengunjung 260.000 orang, naik dari tahun sebelumnya 241.687 orang. Mengenai siapa yang akan meresmikan IIMS 2010, Ketua Panitia Johnny Darmawan mengatakan masih tentatif. "Idealnya, pameran sebesar ini sudah selayaknya jika diresmikan oleh seorang presiden. Kita harap Presiden SBY bisa datang dan meresmikan IIMS tahun ini. Tapi kita lihat nanti, mudah-mudahan Presiden bisa, itu yang terbaik," harap Johnny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau