Hamilton Butuh Figur Ayah

Kompas.com - 30/03/2010, 17:44 WIB

LONDON, Kompas.com - Mantan pebalap Inggris, David Coulhard menyebut pebalap McLaren, Lewis Hamilton membutuhkan figur pengganti ayahnya, Anthony Hamilton.

Hal ini diungkap Coulthard dalam kolomnya di suratkabar Daily Telegraph, Selasa (30/03).  Bulan lalu, Hamilton  mengumumkan, ayahnya telah berhenti sebagai manajer dan akan lebih fokus kepada bisnis pribadi.

Hamilton tampil mengecewakan di GP Australia dengan hanya berada di posisi enam.  Sementara rekannya satu tim, Jenson Button mampu memenangi lombanya yang pertama bersana tim McLaren. Hamilton juga sempat menjadi berita utama suratkabar Australia  saat ia ditangkap polisi karena mengebut di jalan raya kota Melbourne.

"Keputusan Lewis tidak lagi bersama ayahnya memang dapat dianggap sebagai tahap menjadi dewasa.  Namun keputusan tidak segera menunjuk penggantinya patut dipertanyakan," tulis  Coulthard. "Tidak memiliki manajer tidak ubahnya seperti seorang petenis tidak memiliki pelatih. Kalau anda main baik, hal ini tidak masalah. Namun begitu anda tampil buruk, hal itu langsung terlihat sebagai kelemahan."

Menurut Coulthard hal ini terlihat saat Hamilton menyalahkan keputusan tim McLaren yang memintanya melakukan pitstop kedua saat ia tengah mengejar posisi kedua. "Lewis membutuhkan pengganti figur ayahnya secepatnya agar ia dapat berkonsentrasi pada tugasnya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau