PKB Jatim: Uang Kasus P2SEM itu Lebih Banyak untuk PKNU

Kompas.com - 30/03/2010, 18:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Imam Nahrawi, mengaku prihatin atas nasib mantan Ketua DPRD Jatim, Fathorrasjid, yang divonis 6 tahun penjara karena korupsi Rp 5,8 miliar dari dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Fathorrasjid semula memang politisi PKB, tapi kemudian menyeberang ke Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pimpinan Choirul Anam yang semula juga Ketua DPW PKB Jatim.

"Saya prihatin dengan keputusan sidang itu. Maka, mestinya Fathorrasjid membuka file-file P2SEM itu sehingga tidak terkesan hanya dia yang dikorbankan," kata Imam Nahrawi melalui telepon, Selasa (30/3/2010). 

Kendati demikian, Nahrawi yang juga anggota Fraksi PKB DPR itu meminta Fathorrasjid tidak membawa-bawa nama PKB. "Sebab, tidak ada dana serupiah pun yang masuk ke kas PKB. Uang (kasus P2SEM) itu lebih banyak dia gunakan untuk PKNU," tepis Nahrawi.

Hasil Pemilu 2004, PKB menembatkan 31 anggotanya di DPRD Jatim. Dari jumlah itu, hanya 11 orang yang setia kepada DPW PKB Jatim pimpinan Imam Nahrawi  sejak 2005. Sedangkan lainnya masuk barisan PKNU. 

Bagimana jika 11 mantan anggota DPRD Jatim dari PKB yang setia pada Nahrawi itu juga menyelewengkan dana P2SEM? "Kalau ada anggota PKB yang terlibat, harus dibuka sekalian. Saya kira Fathorrasjid punya-lah (datanya)," kata Nahrawi. 

Ia juga menyoroti betapa memprihatinkannya kasus ini, terlihat dari pengakuan Fathorrasjid yang mengaku sampai menyuap Rp 1,5 miliar kepada oknum jaksa di Kejaksaan Agung. Apalagi, uang itu diakui Fathorrasjid berasal dari iuran teman-temannya di DPRD Jatim dan beberapa pejabat Pemprov Jatim. "Ini harus diusut tuntas," kata Nahrawi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau