Tenaga pendidik

Sekitar 1.500 Guru Honorer Tuntut CPNS

Kompas.com - 31/03/2010, 03:47 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Sekitar 1.500 guru honorer sekolah negeri dari sejumlah daerah di Lampung, Selasa (30/3), mendatangi DPRD setempat untuk menuntut pengangkatan sebagai calon pegawai negeri sipil. Peningkatan status dibutuhkan mengingat penghasilan sebagai guru honorer sangat minim meskipun sudah mengajar lebih dari sepuluh tahun.

Pelataran Gedung DPRD Lampung di Bandar Lampung penuh sesak oleh guru honorer dan kendaraan bermotor yang mereka gunakan. Guru-guru tersebut tergabung dalam Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI), yang honornya dibayar sekolah negeri.

Dalam pertemuan dengan anggota DPRD Lampung, pimpinan Dinas Pendidikan, dan Badan Kepegawaian Daerah Lampung, perwakilan guru honorer meminta agar nama mereka dimasukkan ke dalam database pengangkatan CPNS terhitung 2011 secara otomatis.

Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah daerah tidak lagi membuka formasi guru CPNS dari kalangan umum. ”Perjuangan guru-guru di Lampung agar bisa segera diangkat menjadi CPNS telah menempuh proses sangat panjang, sejak 2004,” kata Ketua Umum FTHSNI Samsul.

Menanggapi permintaan itu, pihak DPRD dan Pemprov Lampung berjanji akan meneruskannya ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Nasional di Jakarta.

Menurut Yurna Dewi (34), guru honorer di SMAN 14 Bandar Lampung, meski sudah mengajar 15 tahun sebagai honorer, penghasilannya masih sangat minim. ”Sekitar Rp 180.000 per bulan. Itu pun masih dipotong pajak,” ujarnya.

Di Jantho, Nanggroe Aceh Darussalam, kemarin ribuan guru SD mogok mengajar. Mereka protes atas penahanan seorang guru oleh Pengadilan Negeri Jantho, Kabupaten Aceh Besar, atas dakwaan pelecehan seksual meski sebelumnya pihak kepolisian dan kejaksaan memberikan status tahanan luar. Rencananya mogok mengajar ini akan dilakukan tiga hari.(MHD/JON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau