Rupiah Pagi Melemah, 9.000 Tetap Jadi Incaran

Kompas.com - 31/03/2010, 10:22 WIB

JAKATRA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (31/3/2010) pagi, melemah 26 poin dan kembali menembus angka Rp 9.100 per dollar AS karena pelaku terus melepas rupiah untuk merealisasikan keuntungan.
    
Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 9.106-Rp 9.126 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.080-Rp 9.090.

Pengamat pasar uang, Farial Anwar, di Jakarta, Rabu, mengatakan, rupiah masih cukup bagus meski dua hari berturut-turut terkoreksi akibat aksi lepas rupiah oleh pelaku pasar. "Pelaku pasar ingin merealisasikan keuntungan setelah beberapa lama rupiah mengalami kenaikan cukup berarti," ujarnya.

Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Group mengatakan, rupiah berpeluang untuk naik lagi meski saat ini terkoreksi, tetapi negatif pasar yang terjadi kemungkinan tidak akan berlangsung lama. "Kami optimistis rupiah akan kembali menguat dan berada pada level Rp 9.000 per dollar AS," katanya.

Menurut Farial, dinamika global dan regional masih positif terhadap pasar uang, khususnya rupiah, karena aktivitas asing di pasar saham masih tinggi. "Meski demikian, masuknya dana asing ke pasar domestik harus tetap diwaspadai karena dana asing itu sewaktu-waktu bisa keluar. Karena itu, pemerintah harus dapat menjamin dan menjaga situasi di dalam negeri agar investor investasi merasa nyaman bermain di pasar," tuturnya.

Ia mengatakan, apabila tidak ada hambatan, pasar akan kembali positif, menyusul data ekonomi AS yang membaik memicu saham-saham AS menguat. "Karena itu, pasar uang Indonesia diperkirakan akan kembali bergairah tidak diliputi aksi lepas rupiah," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau