JAKATRA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (31/3/2010) pagi, melemah 26 poin dan kembali menembus angka Rp 9.100 per dollar AS karena pelaku terus melepas rupiah untuk merealisasikan keuntungan.
Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 9.106-Rp 9.126 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.080-Rp 9.090.
Pengamat pasar uang, Farial Anwar, di Jakarta, Rabu, mengatakan, rupiah masih cukup bagus meski dua hari berturut-turut terkoreksi akibat aksi lepas rupiah oleh pelaku pasar. "Pelaku pasar ingin merealisasikan keuntungan setelah beberapa lama rupiah mengalami kenaikan cukup berarti," ujarnya.
Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Group mengatakan, rupiah berpeluang untuk naik lagi meski saat ini terkoreksi, tetapi negatif pasar yang terjadi kemungkinan tidak akan berlangsung lama. "Kami optimistis rupiah akan kembali menguat dan berada pada level Rp 9.000 per dollar AS," katanya.
Menurut Farial, dinamika global dan regional masih positif terhadap pasar uang, khususnya rupiah, karena aktivitas asing di pasar saham masih tinggi. "Meski demikian, masuknya dana asing ke pasar domestik harus tetap diwaspadai karena dana asing itu sewaktu-waktu bisa keluar. Karena itu, pemerintah harus dapat menjamin dan menjaga situasi di dalam negeri agar investor investasi merasa nyaman bermain di pasar," tuturnya.
Ia mengatakan, apabila tidak ada hambatan, pasar akan kembali positif, menyusul data ekonomi AS yang membaik memicu saham-saham AS menguat. "Karena itu, pasar uang Indonesia diperkirakan akan kembali bergairah tidak diliputi aksi lepas rupiah," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang