Kapal Perang Korea Selatan Tidak Meledak

Kompas.com - 31/03/2010, 17:06 WIB

BAENGNYEONG, KOMPAS.com — Kepala Angkatan Laut Korea Selatan Kim Sung-Chan mengatakan, ruang gudang mesiu dalam kapal perang itu tampaknya tidak meledak.

"Ruang gudang mesiu tidak meledak. Kapal terbelah menjadi dua karena kuatnya tekanan dari luar atau suatu ledakan (di luar)," katanya.

Surat kabar Dong-A Ilbo mengatakan, intelijen AS dan Korsel telah menunjukkan foto satelit kapal selam yang bergerak di dalam dan di luar pantai barat pangkalan Sagot di Korut, sebelum dan setelah kapal itu karam.

"Kapal selam atau semikapal selam Korea Utara sering timbul dan tenggelam, dan sulit untuk mengaitkan hal itu dengan insiden tersebut," katanya mengutip sumber pemerintah Seoul.

Kementerian Pertahanan mengatakan, pihaknya tidak akan mengomentari laporan itu. Sebanyak 58 orang berhasil diselamatkan dari haluan kapal dengan panjang 88 meter tersebut, segera setelah kapal mulai tenggelam.

Harapan-harapan untuk menemukan orang-orang yang diduga masih bertahan hidup mulai pudar Senin, ketika para penyelam tidak mendengar jawaban setelah menggedor pada dua bagian kapal yang karam di lepas pantai pulau Baengnyeong itu.

Namun, keluarga-keluarga korban marah dan mencucurkan air mata meminta tindakan penyelamatan diteruskan.

Puluhan penyelam berusaha melawan kuatnya arus gelombang Laut Kuning dan air yang dingin dan berupaya masuk ke dalam kapal yang terbelah tersebut.

Namun, salah seorang di antara mereka, Han Joo-Ho, ayah dari dua anak, pingsan pada Selasa dan akhirnya meninggal.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Won Tae-Jae mengatakan, gelombang di perairan itu pada Rabu (31/3/2010) mencapai ketinggian 2,5 meter dan angin juga bertiup kencang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau