Dituding Berselingkuh, Deborah Siap Tes DNA

Kompas.com - 31/03/2010, 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS. com -- Tak terima dituding berselingkuh hingga mengandung, Deborah Anastasia Hutabarat, istri Daniel Sinambela--yang kini berstatus suami Joy Tobing--akhirnya angkat bicara.

Dalam jumpa pers yang dilangsungkan di sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2010), Deborah membeberkan soal kandungannya, yang kini berusia delapan bulan itu.

"Waktu kita bercerai (usia kandungan) masih tujuh bulan. Dia (Daniel) sendiri yang menemani dan dia yang mengajak berobat ke Kuala Lumpur. Jadi yang dicatat di biodata di rumah sakit adalah suami saya dan otomatis kandungan ini adalah anak suami saya, Daniel," terang Deborah.

Untuk membuktikan bahwa dirinya sedang mengandung anak Daniel, ibu dua anak ini berani untuk melakukan tes DNA. "Kan zaman sekarang sudah ada tes DNA dan saya siapa kalau di tes. Saya berharap (Daniel) jangan sesumbar kalau bukan anaknya dan (perselingkuhan) itu tidak benar," ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu pula, Deborah berharap bisa bertemu kembali kedua anaknya, yang selama ini dikuasai Daniel. "Target saya hanya anak, karena anak berhak ketemu dengan ibunya. Saya tidak mempermasalahkan Joy Tobing menikah dengan Daniel. Saya sudah mencoba untuk menghubungi Daniel berkali-kali tetapi nomor teleponnya berganti-ganti. Kalau nyambung  dan mendengar suara saya, pasti dimatikan," katanya.

 

Menyinggung soal kedekatan kedua anaknya dengan Joy Tobing, Deborah menyakini bila anaknya tak begitu sreg. "Waktu saya lihat di televisi anak pertama sempat dicium sama Joy tetapi dia menolak dan di situ berarti ada penekanan dan pemaksaan. Seharusnya anak-anak tidak dipertontonkan di televisi karena anak tidak bisa disangkutkan dengan masalah ini," tegasnya. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau