Masuk Koalisi, PDI-P Rugi

Kompas.com - 31/03/2010, 18:48 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan rugi jika memilih berkoalisi dengan pemerintah. Citra partai itu akan rusak dan bisa ditinggalkan pemilih.

Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, mengatakan, menjadi oposan adalah pilihan realistis PDI-P saat ini. Pilihan itu sudah membuat PDI-P mendapat tempat khusus di mata pemilih.

"Rekam jejak PDI-P sebagai oposan sudah bagus dan diapresiasi masyarakat. Soal dalam pemilu kemarin belum mendapat dukungan banyak, itu karena PDI-P belum mengelola peran sebagai oposan dan dukungan dengan baik," ujarnya di Surabaya, Rabu (31/3/2010).

"Partai itu justru akan rugi jika berkoalisi. Masyarakat akan memandang PDI-P memanipulasi dukungan demi mengejar kekuasaan. Citra PDI-P di mata pemilih akan rusak dan itu akan sangat merugikan bagi partai politik masa kini," sambungnya.

Menjadi bagian dari koalisi, menurut Airlangga, belum tentu menguntungkan. Berdasarkan pengalaman pemerintahan sebelumnya, prestasi pemerintah lebih dikenal sebagai prestasi Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono. "Sementara kalau ada hasil buruk, partai penyokong akan ikut menanggung akibatnya. PDI-P akan ikut merasakan itu juga bila berkoalisi," ujarnya.

"Koalisi saat ini hanya akan menguntungkan segelintir elite PDI-P saja. Sementara partai secara keseluruhan cenderung akan dirugikan. Oposisi atau tidak akan ditentukan pihak mana yang akan berkuasa di PDI-P setelah Kongres Bali," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau