Diganjal Puyol, Fabregas Terancam Tamat

Kompas.com - 01/04/2010, 06:08 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal, Cesc Fabregas, mengaku takut musimnya berakhir, akibat cedera kaki yang terjadi saat duel leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (31/3/2010). Menurutnya, itu semua mungkin bermula karena pelanggaran kapten Barcelona, Carles Puyol.

Sebelum laga, Fabregas sebetulnya masih belum pulih benar dari gangguan lutut. Namun, hasil tes medis terakhir dan pernyataan siap Fabregas membuat Arsene Wenger memberanikan diri menurunkannya.

Perjudian Wenger bisa dikatakan impas. Fabregas mencetak gol dari titik penalti, menyusul pelanggaran Carles Puyol di menit ke-84. Berkat gol itu, Arsenal bisa menutup laga dengan skor 2-2 dan menjaga peluang ke semifinal.

Persis setelah melakukan penalti, Fabregas tampak pincang. Itu terlihat ketika ia melangkah dari titik putih ke dalan gawang Barcelona untuk memungut bola.

"Aku takut yang terburuk terjadi, yaitu bahwa ada sesuatu yang patah. Kami harus menunggu sampaui besok. Namun, aku berharap masih bisa mengenakan kaus Arsenal musim ini. Ketika mengambil penalti, aku cukup kuat. Namun, setelah itu, ketika aku mengambil bola, aku tak bisa berjalan lagi," ungkap Fabregas.

"Masalahnya adalah fibula. Aku pikir ini terjadi akibat dalam keadaan kaki terjepit di antara kaki Puyol, ketika ia melanggarku, aku memaksakan mengayunkan kaki (menyepak bola)," lanjutnya.

Meski begitu, Fabregas mengaku bangga karena timnya tampil heroik dalam pertandingan itu. Tak berkutik di awal-awal laga dan tertinggal dua gol, Arsenal bangkit dan menyamakan kedudukan.

"Sampai penalti itu, aku merasa baik-baik saja. Itu adalah pengalaman luar biasa dan aku akan mengingatnya sepanjang hidupku," tandasnya. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau