Melonjak, Harga Minyak Dekati Level Tertinggi

Kompas.com - 01/04/2010, 08:08 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak melonjak mendekati posisi tertinggi 17-bulan pada Rabu (31/3/2010) waktu setempat, didorong oleh melemahnya dollar AS.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Mei, ditutup pada 83,76 dollar AS per barrel atau naik 1,39 dollar AS dari harga penutupan Selasa. Selama perdagangan Rabu, harga melonjak ke 83,85 dollar AS, mendekati angka tertinggi pada Oktober 2008.
    
Minyak mentah Brent di London untuk penyerahan Mei naik 1,42 sen menjadi 82,70 dollar AS per barrel.

"Kami telah bertindak di pasar mata uang," kata Bart Melek dari BMO Capital Markets yang menambahkan bahwa melemahnya dollar AS membuat harga minyak lebih tinggi.

Menurut Melek, pasar juga ditopang oleh komentar pada pertemuan utama produsen dan konsumen energi dunia di Cancun, Meksiko.

Pada akhir pertemuan dua hari itu, anggota Forum Energi Internasional mengeluarkan deklarasi bersama yang menjanjikan kerja sama lebih besar. Hal itu didampingi oleh seruan untuk pasar yang lebih transparan untuk menangani volatilitas harga minyak yang dipandang merusak pemulihan ekonomi.

Minyak naik ke puncak sepanjang masa di atas 147 dollar AS per barrel pada Juli 2008, sebelum krisis ekonomi global telah membawa mereka jatuh menjadi hanya 32 dollar AS. "Menurut saya, orang-orang berharap agar pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak cukup baik," kata Melek.
    
Departemen Energi Pemerintah AS (DoE) mengumumkan bahwa persediaan minyak mentah naik 2,9 juta barrel dalam pekan yang berakhir 26 Maret. Pasar memperkirakan kenaikan sebesar 2,1 juta barrel.
    
DoE menambahkan bahwa cadangan bensin naik 300.000 barrel pekan lalu. Adapun para analis telah memperkirakan penurunan terjadi sebanyak 1,3 juta barrel.  "Kenaikan lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS ... menekan harga minyak dalam perdagangan sore yang tipis," kata analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov.

Tampak sebagian besar pasar terpengaruh oleh rencana Presiden Barack Obama untuk membuka beberapa kawasan eksplorasi minyak dan gas bumi lepas pantai AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau