Ini Dia, Makanan Matang Langsung dari Kawah!

Kompas.com - 01/04/2010, 09:47 WIB

REYKJAVIK, KOMPAS.com — Sekelompok kepala juru masak Islandia pekan ini menawarkan kepada pelanggan pengalaman gastronomi menarik: makanan yang dimasak di atas lahar panas dan disajikan di dekat gunung berapi yang sedang meletus. Demikian dikatakan seorang kepala juru masak, Rabu (31/3/2010). "Filosofi saya, jika seseorang mengatakan bahwa sesuatu tak mungkin, maka saya merasa ada desakan untuk mencobanya," kata Fridgeir Eririksson.
   
Ketika Eiriksson mendengar mengenai letusan di gunung berapi Fimmvorduhals di bagian tengah gletser Eyjafjallajokull di Islandia selatan pada 21 Maret, ia mulai merencanakan langkah-langkah untuk "memasak makan malam nikmat di gunung berapi tersebut".
   
Pada Selasa, Eiriksson dan tiga rekannya di restoran di hotel mewah Reykjavik mengirim bantuan dan "banyak sampanye" sampai ke kaki gunung tersebut dengan menggunakan dua truk.
   
Mereka mendirikan tempat makan malam bongkar-pasang di sebuah ladang lahar dengan hamparan karpet merah, meja kecil, dan dua kursi berbantalan untuk dua pelanggan restoran yang diterbangkan oleh helikopter. "Kami tak tahu kami akan menghadapi apa ketika kami mendekati gunung berapi itu. Jadi, kami membawa topeng las dan sarung tangan karena kami ingin memasak makanan di lahar itu sendiri," kata Eiriksson.
   
"Kami tak menggunakan alat apa pun karena kami tak pernah mendekati lahar yang bergolak, tapi temperatur panas di sekeliling ladang lahar dan kami bahkan harus membuka pakaian musim dingin kami ketika kami mulai memasak langsung di lahar itu," katanya.
   
Dengan berembusnya angin dingin, temperatur di gunung tersebut telah merosot dalam beberapa hari belakangan sampai 30 derajat celsius, dan meskipun lahar baru berpijar di sekitar mereka, orang yang makan malam tetap menikmati santapan mereka.
   
Yang ada di dalam menu ialah sop lobster, yang diikuti oleh monkfish serta lobster bakar bawang putih dan bawang merah yang dibakar di lahar dan ditambahi sampanye Veuve Clicquot.
   
Kepala juru masak itu tidak memiliki rencana lain untuk memasak di gunung berapi. Namun, Eiriksson mengatakan bahwa seorang produsen televisi Hollywood telah menelepon untuk menanyakan apakah mereka mau tampil secara berulang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau