Soal data ekspor

Singapura Memperbaiki Sikap

Kompas.com - 01/04/2010, 14:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Singapura mulai memperbaiki sikapnya yang selama ini memperlakukan perdagangan internasional dengan Indonesia tidak tercatat secara eksplisit dalam neraca perdagangannya. Setelah didesak Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu, Singapura mulai bersedia menampilkan data ekspor impor dari dan ke Indonesia secara jelas dalam laporan neraca perdagangannya.

"Sebelumnya, Singapura tidak menampilkan data ekspor ke Indonesia secara eksplisit, sementara ekspor ke negara-negara kecil di Afrika yang bahkan sulit ditemukan di peta saja mereka munculkan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis (1/4/2010), seusai menyampaikan siaran pers tentang inflasi Maret 2010 dan perkembangan ekspor impor Februari 2010.

Menurut Rusman, sikap Singapura dalam hal penyediaan data perdagangan internasional itu menyebabkan banyak sekali perbedaan data dengan Indonesia. Perbedaan data tersebut sangat penting karena menunjukkan potensi tingkat penyelundupan yang terjadi.

"Sekitar 5-6 tahun lalu, Singapura bahkan tidak mengungkapkan data ekspornya ke Indonesia. Kadang di Singapura dicatat sebagai ekspor, di Indonesia menjadi penyelundupan," ujarnya.

Saat ini, Indonesia juga sudah mulai memperbaiki data ekspor impornya dengan Australia agar tidak terjadi perbedaan. Perbedaan bisa diminimalisasi dengan hanya menoleransi perbedaan waktu.

"Jadi, misalnya, dari Indonesia sudah dicatat ekspor, namun di Australia belum dicatat sebagai impor karena memang barangnya masih di perjalanan. Perbedaan juga masih bisa terjadi pada status ekspornya. Misalnya, di Indonesia dicatat sebagai FOB (freight on board/barang dikirim hingga diangkut di kapal), sedangkan di Australia tercatat sebagai CIF (cost insurance on freight)," ungkap Rusman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau