Larantuka Siap Berprosesi Samana Santa

Kompas.com - 02/04/2010, 07:01 WIB

Laporan Wartawan Kompas Pieter Gero dari Larantuka

LARANTUKA, KOMPAS — Uskup Larantuka Monsinyur Hendrikus kopong Kung Pr memimpin misa Kamis Putih di Gereja San Juan, Larantuka, Flores Timur, Kamis (1/4/2010), hari pertama dari tiga hari suci dalam kepercayaan Katolik selama pekan Paskah atau Samana Santa (Portugis).

Misa konseleberasi ini juga melibatkan Uskup Emiritus Fatima (Portugal), Monsinyur Seinhor D Serafim, dan Uskup Fatima Monsinyur Luciano Guerra.

Dalam misa yang juga dihadiri Duta Besar Portugal untuk Indonesia Carlos Manuel Leitao Frota dan istri serta Bupati Flores Timur Simon Hayon, Uskup Hendrikus menekan teladan pelayanan yang diberikan Jesus Kristus pada Kamis Putih yang perlu diikuti setiap kita di mana kita berada.

Teladan pelayanan dengan mencuci kaki para Rasul-Nya memperlihatkan bahwa Jesus Kristus memperlihatkan kasihnya bagi sesama.

Pelayanan ini bahkan berpuncak dengan menyerahkan nyawanya bagi keselamatan manusia. Dia sampai menumpahkan darah-Nya.

Karena itu, setiap kita, ujar Uskup Hendrikus, dalam menjalankan tugas entah sebagai pejabat pemerintah, petani, nelayan dan tugas apa saja, harus mengutamakan kasih yang diperlihatkan Jesus.

"Tidak perlu ada lagi darah yang harus tumpah dalam memberikan pelayanan kepada sesama karena Jesus sudah memberikan darah-Nya untuk kita semua," ujar Uskup Hendrikus dalam khotbahnya.

Larantuka dan sekitarnya sedang mempersiapkan prosesi lilin dan doa pada Jumat malam waktu setempat.

Prosesi yang menjadi puncak dari peringatan 500 tahun kehadiran Portugis di Indonesia ini menjadi puncak dari acara peringatan ini.

Banyak peziarah dari luar Flores, seperti dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang, datang ke Larantuka.

Uskup Fatima Luciano dalam kesempatan khotbah singkat mengatakan, sangat senang dengan persekutuan dalam kasih yang sudah ditanamkan bangsa Portugis 500 tahun lalu.

Uskup Luciano juga menyerahkan sebuah Patung Bunda Maria berusia 90 tahun kepada Uskup Larantuka. Dia berjanji akan datang lagi jika kaplea bagi patung tadi akan diresmikan, mungkin tahun depan.

Sedangkan Dubes Portugal Carlos Manuel mengaku sangat terkesan dengan apa yang sudah dilakukan bangsa Portugis di Larantuka dan Flores sekitar 500 tahun lalu.

Dia berharap peringatan ini menjadi titik peningkatan kembali hubungan kedua bangsa ini, tidak saja pada hubungan pemerintah dan pemerintah, tetapi juga antarmasyarakat.

"Saya akan usulkan kepada pemerintah saya agar meningkatkan hubungan, terutama antarmasyarakat di berbagai lapisan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan kerja sama kedua bangsa, khususnya di Flores," ujarnya.

Dubes Luciano bahkan sepakat kerja sama ini juga bisa ditingkatkan dalam hal-hal yang lebih konkret, seperti kerja sama di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

"Ide bagus suatu waktu kesebelasan Portugal dengan Cristiano Ronaldo datang ke sini," ujarnya.

Soalnya, orang Indonesia, khususnya orang Flores, sangat senang sepak bola, khususnya kesebelasan Portugal dengan Ronaldo-nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau