Susno: Anak Saya Sekarang Dagang Pakaian Bekas

Kompas.com - 02/04/2010, 11:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ini sedikit curahan hati mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji. Kehidupan keluarganya berubah drastis sejak mencuatnya kasus Cicak vs Buaya akhir tahun lalu.

Susno, yang kala itu masih menjabat Kabareskrim, menjadi pihak yang paling dituding atas dugaan rekayasa kasus yang menjerat dua pimpinan KPK. Susno pun dicopot dari jabatannya.

Dikisahkan Susno, tudingan yang diarahkan kepadanya menimbulkan tekanan terhadap istri dan anak-anaknya. "Istri saya jadi jarang keluar rumah," kata Susno saat mengisi sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Dua anak dan menantunya pun mengalami hal yang sama. "Mereka semua lulusan S-2. Anak dan menantu saya akhirnya memilih keluar dari pekerjaannya," kata Susno agak tersendat.

Sekarang, lanjutnya, anak dan menantunya merintis dari awal untuk melanjutkan hidupnya. Mereka membuka usaha sendiri. Apa usahanya? "Anak saya sekarang jualan pakaian bekas. Menyewa sebuah tempat di Citos (Cilandak Town Square) yang sewanya Rp 650.000 per hari. Selain di sana, mereka juga berjualan di garasi rumah. Benar-benar di garasi," ujarnya.

Namun, kata Susno, keluarganya tak pernah menyalahkan dirinya atas kondisi keluarganya saat ini. "Bahkan, karena status saya tersangka saat ini, anak dan istri saya sudah menyiapkan tas yang berisi perlengkapan kalau sewaktu-waktu saya ditahan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau