Woods Bayar Rp 90,7 Miliar untuk Tutup Mulut Uchitel

Kompas.com - 02/04/2010, 21:42 WIB

KOMPAS.com - Harta bergelimang membuat Tiger Woods tak pelit untuk mengeluarkan uang. Pegolf profesional asal Amerika Serikat ini bahkan rela menghamburkan uang sampai 10 juta dollar AS (sekitar Rp 90,700 miliar), hanya untuk menutup mulut Rachel Uchitel, wanita selingkuhan yang "permainan"nya membuat Woods kecanduan.

Sebelumnya, sempat beredar kabar yang menyebutkan, wanita penghibur tersebut mendapat bayaran sekitar 3 juta dollar AS (sekitar Rp 27,210 miliar) supaya tidak membeberkan cinta terlarangnya dengan Woods. Dan, Uchitel memang tidak pernah berbicara tentang hubungannya dengan pegolf berdarah Thailand tersebut.

Namun, situs TMZ, yang juga berhasil memecahkan misteri kematian bintang pop Michael Jackson tahun lalu, mendapatkan kabar terbaru. Beberapa sumbernya membeberkan, Woods membayar 10 juta dollar AS kepada Uchitel.

"Ada sejumlah laporan bahwa Rachel mendapat bayaran antara 2 juta dollar AS (sekitar Rp 18,140 miliar) - 5 juta dollar AS (sekitar Rp 45,350 miliar).

"Tetapi sumber-sumber kami--yang bisa dipercaya--mengatakan kepada TMZ bahwa Tiger yang begitu terpesona dengan wanita selingkuhan nomor satunya, membayar 10 juta dollar AS."

Ya, dari lebih dari selusin wanita yang merupakan teman selingkuhannya, Woods paling terkesan dengan Uchitel, karena cewek party hostess ini, yang bertugas menemani laki-laki iseng di pesta, merupakan maniak seks.

Wanita seperti Uchitel inilah yang menjadi kesukaan Woods. Pasalnya, pegolf kaya ini juga memiliki kelainan seks karena nyaris tak pernah puas dengan "pelayanan" istrinya, Elin Nordegren, yang sudah memberikannya dua orang anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau