Kepartaian

Mekanisme Koalisi Perlu Dibenahi

Kompas.com - 03/04/2010, 03:56 WIB

Jakarta, Kompas - Mekanisme koalisi partai politik dalam pemerintahan perlu dibenahi. Semua partai politik anggota koalisi seharusnya dilibatkan dalam pengambilan kebijakan sehingga tidak akan ada kesalahan seperti kasus pemberian dana talangan Bank Century.

Ihwal pembenahan mekanisme koalisi itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dalam diskusi bertajuk ”Rencana Reshuffle Kabinet dan Pengaruhnya pada Hubungan Kelembagaan Negara” di Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Rabu (31/3).

Poin yang dianggap penting adalah adanya peluang bagi partai politik anggota koalisi untuk turut terlibat dalam pengambilan kebijakan. Dengan demikian, anggota koalisi turut bertanggung jawab jika terjadi implikasi atas kebijakan yang diambil.

Sebaliknya, jika tidak dimintai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, parpol akan sulit diminta untuk ikut bertanggung jawab. ”Kasus Century merupakan contoh kegagalan karena komunikasi antarparpol koalisi belum berjalan baik,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok menilai, koalisi yang dibangun saat ini hanya didasari pada kepentingan sesaat. Seharusnya koalisi dibangun untuk melaksanakan pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, menurut Mubarok, dibutuhkan koalisi permanen. Koalisi permanen itu bisa dibangun oleh tiga partai besar, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang memiliki kesamaan ideologi.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti, mengatakan, penggabungan tiga partai besar itu justru akan memecah bangsa menjadi dua kelompok politik berbeda, yakni kelompok ideologi nasionalis religius dan nasionalis sekuler. (NTA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau