Acara dengan anggota F-PDIP DPR itu digelar menjelang pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Dalam pemilihan tahun 2004 itu, Miranda yang terpilih.
Miranda menyatakan hal itu dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, dengan terdakwa anggota F-PDIP DPR periode 1999-2004, Dudhie Makmun Murod, Kamis (1/4). Dalam sidang itu, Ketua Majelis Hakim Nani Indrawati menanyakan, apakah benar Miranda membayar sewa ruang pertemuan itu sebesar Rp 1,35 juta, sesuai bukti nota pembayaran.
”Benar. Ruangan itu tidak semua orang bisa masuk dan saya adalah member (anggota) Bimasena,” ujar Miranda. Namun, dia tidak ingat, siapa yang berinisiatif mengundang pertemuan itu.
Saat ditanya siapa yang hadir pada pertemuan di Dharmawangsa itu, Miranda mengatakan hanya mengingat Panda Nababan.
Menurut Miranda, pertemuan itu membicarakan visi dan misi dirinya. Namun, ia membantah bahwa dalam pertemuan itu dibahas soal dana Rp 300 juta-Rp 500 juta jika F-PDIP memilihnya, sebagaimana disampaikan saksi lain.
Selain mengadakan pertemuan dengan anggota F-PDIP, menurut Miranda, pertemuan juga dilakukan dengan empat anggota Fraksi TNI/Polri. Pertemuan itu dilakukan di kantor Miranda di Niaga Tower, Jakarta.
Miranda menegaskan tidak tahu-menahu tentang cek perjalanan yang mengalir ke anggota Dewan pasca-pemilihan dirinya. ”Saya tak pernah tahu. Saya tak pernah bicara uang,” katanya.
Miranda mengakui mengenal Nunun Nurbaetie, istri mantan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Purn) Adang Daradjatun. Nunun dalam sidang sebelumnya disebutkan memberikan cek perjalanan kepada anggota Komisi IX DPR melalui Arie Malangjudo. ”Putri Ibu Nunun sekolah dengan anak saya di San Fransisco. Dari situ saya kenal,” katanya.
Ketua F-PDIP periode 1999-2004 Tjahjo Kumolo, yang juga bersaksi dalam sidang itu, mengakui memindahkan dua anggotanya ke Komisi IX DPR menjelang pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. ”Pemindahan sementara. Hal ini mengamankan keputusan fraksi,” katanya. Anggota yang digeser itu adalah Budiningsih dan M Iqbal.
Menurut Tjahjo, F-PDIP sepakat memilih Miranda. Ia juga menegaskan, awalnya tidak tahu ada anggota yang menerima cek perjalanan setelah pemilihan Miranda. ”Saya tidak menerima,” katanya.