Gaya hidup

Segar dengan Herbal

Kompas.com - 03/04/2010, 11:43 WIB

Norin (30) duduk santai membaca majalah wanita di pangkuannya. Senyum terpancar di wajahnya yang terlihat segar. Perempuan asal Malaysia yang sedang berlibur di Kota Solo ini baru saja menyelesaikan ritual favoritnya, perawatan tubuh spa, mulai dari pijat, lulur, scrub, mandi rempah, ratus, hingga perawatan tangan dan kaki.

Di Kuala Lumpur (KL), ia biasa dengan perawatan serupa. Namun yang dialaminya di Solo terasa lebih mantap dan mengesankan. "Pijatnya sedap sekali. Di KL ada juga mandi rempah dengan herbal tradisional, tetapi di sini lebih bagus," kata Norin, ditemui di Martha Tilaar Salon Day Spa, Solo, Jumat (2/4). "Untuk orang yang bekerja keras perlu spa agar bisa release stress," katanya.

Santi (40) juga menyukai perawatan tubuh dan wajah dengan bahan herbal tradisional. Pilihannya adalah pijat, lulur, dan ratus dengan bahan herbal di pusat perawatan kecantikan dan kesehatan "Kebugaran Solo" di Karangasem, Solo. "Saya lebih suka yang tradisional dari tumbuh-tumbuhan, selain back to nature juga lebih mantap," kata Santi.

Bahkan, ia juga minum jamu seperti beras kencur, kunyit asem, dan rebusan daun sirih yang dibuatnya sendiri. Namun, untuk pengobatan penyakit serius, ia mengaku tidak memilih herbal sebagai alternatif. "Saya perawatan dengan herbal tradisional karena bikin badan dan muka segar, aliran darah lancar, dan hati semangat," kata Santi.

Beberapa tahun terakhir, animo terhadap herbal tradisional sebagai bahan perawatan tubuh dan kecantikan meningkat. Herbal tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tetapi juga untuk perawatan kecantikan.

Dian dan Monique Guinaz, pemilik waralaba Martha Tilaar Salon Day Spa, Solo, mengatakan, pelanggannya paling senang dengan paket spa jahe. Jahe berkhasiat membersihkan dan mengencangkan kulit, menambah nutrisi penting kulit, mengurangi kepenatan, serta menambah semangat dan efek hangat yang memberi kenyamanan optimal.

Di "Kebugaran Solo", bahan mandi rempahnya bahkan masih berupa potongan atau irisan besar rempah dan herbal lainnya yang telah dikeringkan, seperti jahe, secang, daun pandan, jeruk purut kering, akar wangi, sereh, dan lain-lain. Paket herbal ini juga dapat dijumpai di Pasar Gede, Solo. "Dulu sebagian bahan diracik sendiri oleh pemilik usaha ini," kata Juwita, terapis dari Kebugaran Solo.

Resep herbal dan rempah-rempah sebagai perawatan kecantikan dan tubuh telah dikenal sejak masa keraton yang diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang, seperti masker wajah dan tubuh serta rempah mandi yang diracik, antara lain dari mawar, kayu cendana, pulosari, temulawak, lerak, bunga pala, kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.

Tradisi menjaga kecantikan dan tubuh dengan ramuan tradisional yang disatukan dengan spa kini tumbuh menjadi gaya hidup terutama di kalangan perempuan. Empat tahun terakhir, menurut Dian, terjadi pertumbuhan pesat tempat kecantikan yang menawarkan spa dengan ramuan bahan tradisional. Hal ini menguntungkan bagi eksistensi rempah dan herbal sebagai ramuan tradisional pusaka nenek moyang kita. (Sri Rejeki)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau