Ical: Oom Willem Contoh bagi Pengusaha Lain

Kompas.com - 03/04/2010, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie melayat William Soeryadjaya di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Pengusaha yang akrab dipanggil Ical ini juga tak keberatan memberikan komentar tentang sosok pendiri PT Astra International Tbk itu.

Menurut Ical, William merupakan orang yang baik, ramah, dan rendah hati. Almarhum yang merupakan salah satu pelopor modernisasi industri otomotif nasional itu merupakan pengusaha sukses yang dapat menjadi contoh bagi pengusaha lainnya.

"Saya terkadang mengamati beliau dari jauh dan menerapkan cara-cara beliau untuk usaha saya," tutur Ical kepada Kompas.com di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (3/4/2010).

Ical juga mengaku salut kepada Oom Willem, panggilan akrab William, yang telah sukses mendidik anak-anaknya menjadi pengusaha besar. Sebut saja Edward Soeryadjaya yang sempat menjalankan usaha perbankan dan Edwin Soeryadjaya yang masih menjalankan beberapa perusahaan besar.

William, lanjut Ical, memulai semua usahanya dari bawah hingga mampu meraih kesuksesan seperti sekarang. Sikap dan upaya kerja keras William dapat menjadi teladan bagi setiap orang.

"Yang patut dijadikan contoh dari seorang William Soeryadjaya adalah dia selalu membagi keuntungan dengan berbagai pihak dan kerap menolong sesama," tukas Ical. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau