BPK Perlu Didorong Audit Investigasi di Kemenkeu

Kompas.com - 03/04/2010, 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus mafia pajak yang dilakukan oleh Gayus H Tambunan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak pada Kementerian Keuangan memunculkan sorotan kuat pada institusi ini. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didesak untuk berani melakukan audit investigasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

Legislator Komisi III DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, BPK bisa diberi kewenangan untuk melakukan audit investigasi di jajaran Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak. "BPK perlu untuk melakukan audit investigasi secara menyeluruh. Meski memang dia tidak bisa mengaudit soal pajak, tapi kami (Komisi III) bisa memberi kewenangan itu," kata Fahri Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/4/2010).

Politisi PKS ini menekankan, audit investigasi itu nantinya tidak hanya dilakukan di Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak, tetapi juga di jajaran penegak hukum lainnya, yakni kepolisian dan kejaksaan. "Karena mafia ini tidak hanya ada di satu lembaga. Dia bekerja lintas lembaga. Ini kan modus lama yang melibatkan banyak lembaga," terang dia.

Terkait dengan audit di Kementerian Keuangan, bila memang BPK dinilai tidak independen karena juga berada di lingkungan Kementerian Keuangan, Fahri mengatakan bisa saja dibentuk tim investigasi lainnya yang bebas dari kontrol Kementerian Keuangan.

"Ya bisa dengan tim independen, artinya tidak terkait dengan Kementerian Keuangan untuk mengusut lebih luas orang-orang di institusi itu," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau