Tarian Kolosal Buka "Legu Gam" di Ternate

Kompas.com - 03/04/2010, 17:02 WIB

TERNATE, KOMPAS.com — Tarian kolosal bertema ”Semangat dari Kie Raha” di Lapangan Ngara Lamo, Ternate, Maluku Utara, Maluku, Kamis (1/4/2010), menandai dibukanya ”Legu Gam Moloku Kie Raha” atau Pesta Rakyat Maluku Utara 2010. Pesta tersebut dijadwalkan berlangsung selama 17 hari guna memperingati hari kelahiran ke-75 Sultan Ternate Mudaffar Sjah.

Ratusan warga Maluku Utara yang memadati empat sisi lapangan Ngara Lamo antusias menyaksikan tarian kolosal yang melibatkan sedikitnya 100 penari. Berdurasi sekitar 30 menit, tarian itu memadatkan empat tarian daerah di Maluku Utara, yaitu tari Gala, Dana-Dana, Saya Rako Moi, dan tari Soya-Soya, secara bergantian.

Dalam sambutannya, Sultan Ternate Mudaffar Sjah mengatakan, Legu Gam akan dilakukan setiap tahun. Hal ini mengingat besarnya manfaat dari pelaksanaan pesta rakyat itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pedagang kecil dan menengah.

”Legu Gam juga akan rutin diadakan karena merupakan hukum adat kesultanan, yaitu Sultan harus turun menemui rakyat, mendengarkan keluhan rakyat, dan mencoba cari jalan keluar dari keluhan masyarakat. Konsep ini pula yang seharusnya dilakukan pemerintah,” katanya.

Surya Yoga, Staf Ahli Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, mewakili Menbudpar Jero Wacik, mengutip sambutan Menbudpar, mengatakan, Kadaton diharapkan turut berperan membangun karakter bangsa. Acara-acara budaya perlu digalakkan, katanya, untuk melestarikan budaya bangsa serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

29 suku

Legu Gam akan berlangsung sampai 17 April 2010. Pertunjukan seni yang ditampilkan bukan hanya dari Ternate, melainkan juga dari 29 suku di Maluku Utara. ”Kami memiliki target menjadikan Legu Gam sebagai agenda pariwisata di Asia Tenggara tahun 2013,” ujar Permaisuri Jo Ou Ma Boki Ratu Nita Budhi Susanti Mangaloa.

Saat pembukaan itu, penonton juga dihibur drama tentang heroisme rakyat mengusir Portugis di Ternate setelah Sultan Ternate Khairun (1534-1570) dibunuh Portugis di Benteng Kastela pada 28 Februari 1570.

Sebelum pembukaan Legu Gam dimulai, Sultan Ternate ke-48 Jo Ou Kolano Mudaffar Sjah bersama Permaisuri Jo Ou Ma Boki Ratu Nita Budhi Susanti Mangaloa diusung dari Kadaton Ternate menuju panggung di Ngara Lamo.

Acara itu dihadiri tiga pemimpin kesultanan lain di Maluku Utara, yaitu Sultan Jailolo Abdullah Sjah, Sultan Tidore Djafar Sjah, dan perwakilan dari Kesultanan Bacan. Selain itu, tampak Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. (APA/NAR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau