Kim Jong-Il Dilaporkan Akan Berkunjung ke China

Kompas.com - 04/04/2010, 23:41 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, menjamu pesta santap malam untuk duta besar baru China di Korea Utara, demikian dilaporkan media negara Minggu (4/4/2010), di tengah laporan rencana pemimpin Pyongyang itu berkunjung ke Beijing.

Santap malam Sabtu itu juga dihadiri para pejabat partai dan militer Korea Utara, menurut kantor berita resmi negara itu, KCNA.

"Ketika Kim tampil dengan duta besar baru China, Liu Hongcai, semua yang hadir menyambut hangat dia dengan penghormatan tertinggi," katanya.

"Mereka menyatakan setia terhadap partai dan rakyat kedua negara untuk mengembangkan lebih lanjut dan melakukan konsolidasi dari generasi ke generasi," kata kantor berita itu.

Santap malam itu mendukung spekulasi yang mengantisipasi kunjungan Kim ke Beijing akan ditunda, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan pekan lalu, bahwa ada kemungkinan Kim akan segera berkunjung ke China.

Kim sebelumnya melakukan kunjungan dengan kereta api ke China pada tahun 2000, 2001, 2004 dan 2006. Dia dilaporkan tidak suka dengan pesawat terbang.

Para analis mengatakan, kunjungan itu biasanya bertujuan untuk mencari bantuan ekonomi dari China. China adalah sekutu Korut dan sumber terpenting bagi pasokan pangan dan energi.

Selain itu, ada kemungkinan Korut akan kembali ke perundingan perlucutan senjata nuklir enam negara yang lama terhenti.

Korut marah dan keluar dari perundingan April tahun lalu, serta berikrar akan mulai memproduksi plutonium pada level untuk pembuatan senjata.

Pyongyang kemudian melakukan uji coba senjata atomnya yang kedua pada bulan berikutnya.

Pyongyang mengatakan, tidak akan mau berdialog nuklir sampai PBB mencabut sanksinya, hingga AS berkomitmen untuk mengadakan perundingan perjanjian perdamaian resmi.

Korut berjanji dalam putaran perundingan enam negara sebelumnya untuk mengakhiri program senjata nuklirnya, dengan imbalan jaminan keamanan dan bantuan bahan bakar serta ekonomi.

Perundingan-perundingan itu melibatkan China, Jepang, kedua Korea, Rusia dan AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau