SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Il, menjamu pesta santap malam untuk duta besar baru China di Korea Utara, demikian dilaporkan media negara Minggu (4/4/2010), di tengah laporan rencana pemimpin Pyongyang itu berkunjung ke Beijing.
Santap malam Sabtu itu juga dihadiri para pejabat partai dan militer Korea Utara, menurut kantor berita resmi negara itu, KCNA.
"Ketika Kim tampil dengan duta besar baru China, Liu Hongcai, semua yang hadir menyambut hangat dia dengan penghormatan tertinggi," katanya.
"Mereka menyatakan setia terhadap partai dan rakyat kedua negara untuk mengembangkan lebih lanjut dan melakukan konsolidasi dari generasi ke generasi," kata kantor berita itu.
Santap malam itu mendukung spekulasi yang mengantisipasi kunjungan Kim ke Beijing akan ditunda, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan pekan lalu, bahwa ada kemungkinan Kim akan segera berkunjung ke China.
Kim sebelumnya melakukan kunjungan dengan kereta api ke China pada tahun 2000, 2001, 2004 dan 2006. Dia dilaporkan tidak suka dengan pesawat terbang.
Para analis mengatakan, kunjungan itu biasanya bertujuan untuk mencari bantuan ekonomi dari China. China adalah sekutu Korut dan sumber terpenting bagi pasokan pangan dan energi.
Selain itu, ada kemungkinan Korut akan kembali ke perundingan perlucutan senjata nuklir enam negara yang lama terhenti.
Korut marah dan keluar dari perundingan April tahun lalu, serta berikrar akan mulai memproduksi plutonium pada level untuk pembuatan senjata.
Pyongyang kemudian melakukan uji coba senjata atomnya yang kedua pada bulan berikutnya.
Pyongyang mengatakan, tidak akan mau berdialog nuklir sampai PBB mencabut sanksinya, hingga AS berkomitmen untuk mengadakan perundingan perjanjian perdamaian resmi.
Korut berjanji dalam putaran perundingan enam negara sebelumnya untuk mengakhiri program senjata nuklirnya, dengan imbalan jaminan keamanan dan bantuan bahan bakar serta ekonomi.
Perundingan-perundingan itu melibatkan China, Jepang, kedua Korea, Rusia dan AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang