Hamid Karzai Berjanji Tanyai Pimpinan Suku

Kompas.com - 05/04/2010, 05:16 WIB

KANDAHAR, KOMPAS.com - Presiden Hamid Karzai pada Minggu (4/4/2010) berjanji akan mengumumkan kepada para pemimpin suku, sebelum sekutu mengusir Taliban dari Afghanistan selatan.

"Saat ini, orang asing berbicara tentang gerakan di Kandahar," kata Karzai dalam kunjungan berkeamanan ketat ke kota itu dengan pemimpin pasukan sekutu di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal dan pejabat tertinggi NATO Mark Sedwill.

"Apakah Anda cemas?" katanya menanyai ratusan sesepuh tetua suku setempat, yang berteriak menjawab, Ya.

"Baik, jika Anda cemas, maka tidak akan ada gerakan, kecuali Anda menyetujui," kata Karzai sambil menambahkan bahwa semua pemimpin akan ditanyai lebih dulu sebelum pasukan sekutu mewujudkan keamanan.

Kandahar akan menjadi medan perang utama di Afghanistan, yang mengakibatkan peningkatan jumlah tentara asing.

Gerakan melawan Taliban di propinsi itu sudah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang saat ribuan lagi tentara ditempatkan di Afghanistan.

Jumlah tentara di bawah pimpinan AS meningkat dari 126.000 menjadi 150.000 orang pada Agustus, saat pasukan gabungan mengembalikan Kandahar di bawah pemerintah Afghanistan.

Serangan atas Kandahar diduga menjadi ujian besar usaha pimpinan Amerika Serikat mewujudkan akhir yang cepat bagi terciptanya perdamaian di wilayah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau