KANDAHAR, KOMPAS.com - Presiden Hamid Karzai pada Minggu (4/4/2010) berjanji akan mengumumkan kepada para pemimpin suku, sebelum sekutu mengusir Taliban dari Afghanistan selatan.
"Saat ini, orang asing berbicara tentang gerakan di Kandahar," kata Karzai dalam kunjungan berkeamanan ketat ke kota itu dengan pemimpin pasukan sekutu di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal dan pejabat tertinggi NATO Mark Sedwill.
"Apakah Anda cemas?" katanya menanyai ratusan sesepuh tetua suku setempat, yang berteriak menjawab, Ya.
"Baik, jika Anda cemas, maka tidak akan ada gerakan, kecuali Anda menyetujui," kata Karzai sambil menambahkan bahwa semua pemimpin akan ditanyai lebih dulu sebelum pasukan sekutu mewujudkan keamanan.
Kandahar akan menjadi medan perang utama di Afghanistan, yang mengakibatkan peningkatan jumlah tentara asing.
Gerakan melawan Taliban di propinsi itu sudah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang saat ribuan lagi tentara ditempatkan di Afghanistan.
Jumlah tentara di bawah pimpinan AS meningkat dari 126.000 menjadi 150.000 orang pada Agustus, saat pasukan gabungan mengembalikan Kandahar di bawah pemerintah Afghanistan.
Serangan atas Kandahar diduga menjadi ujian besar usaha pimpinan Amerika Serikat mewujudkan akhir yang cepat bagi terciptanya perdamaian di wilayah tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang